nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cita Rasa Kuliner Tiongkok Ternyata Warnai Kelezatan Coto Makassar

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Senin 11 September 2017 15:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 11 298 1773555 cita-rasa-kuliner-tiongkok-ternyata-warnai-kelezatan-coto-makassar-ZQV5isjq8B.jpg Foto: lifestyle okezone

TAK perlu pergi langsung ke Makassar hanya untuk mencicipi bagaimana kelezatan olahan tradisionalnya yang terkenal dengan sebutan coto. Di beberapa kota besar dan daerah, coto sudah banyak dijajakan pedagang yang mayoritas berdarah asli Makassar.

Baca Juga:

Coto adalah istilah orang Makassar untuk menyebut hidangan soto. Beberapa masyarakat juga mengenalnya dengan sebutan coto mangkasara. Isian coto hampir sama dengan beberapa jenis soto Indonesia yakni daging sapid an jeroan.

Namun sebagai jenis hidangan soto, coto Makassar memiliki keunikan, misalnya dari bumbu yang mengandung tambahan kacang tanah. Selain itu sambal yang digunakan sebagai pelengkap juga cukup unik karena sambal khasnya terbuat dengan campuran tauco yang ditumis bersama bwang dan cabai sampai matang.

Dikutip dari buku 80 Warisan Kuliner Nusantara yang disusun oleh Semijati Purwadaria, sambal coto yang unik ini mendapat pengaruh dari negeri Tiongkok. Daerah pesisir memang dikenal sebagai lokasi yang mudah mendapat pengaruh bvudaya dari luar, termasuk China. Hal ini terjadi mengingat pelabuhan di pesisir sering menjadi tempat transit para saudagar dan pedagang dari berbagai negara.

Coto biasa disajikan dengan burasa, yakni sebutan orang Makassar untuk hidangan lontong. Mereka membuat burasa dari beras yang dimasak bersama santan hingga menjadi nasi aron. Selanjutnya proses diteruskan dengan membungkus nasi aron menggunakan daun pisang dan dimasak hingga matang.

Warna kuah kaldu coto Makassar cenderung keruh karena mengandung kacang tanah yang dihaluskan. Aromanya cukup tajam karena diolah menggunakan banyak bumbu dan rempah, salah satu rempah wajibnya adalah kayu manis. Selain menghasilkan rasa lezat, bumbu ini juga berfungsi untuk menutupi aroma amis dari jeroan yang digunakan.

Coto Makassar paling sedap dimakan saat masih dalam keadaan hangat, pasalnya saat sudah dingin akan banyak minyak dan lemak yang mengapung di atas kuah. Taburan bawang merah goreng menambah sensasi mantap aromanya.

Baca Juga:

Di daerah asalnya coto banyak disajikan oleh pedagang mulai dari pedagang gerobak hingga restoran berkelas. Tapi tetap warung coto legendaris lah yang banyak diburu masyarakat lokal ataupun wisatawan yang sedang travelling ke Makassar. 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini