Share

Pemotretan Bugil di Kuil Kuno Mesir, Model Belgia ini Dipenjara!

Muhammad Sukardi, Okezone · Selasa 12 September 2017 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 12 194 1774072 pemotretan-bugil-di-kuil-kuno-mesir-model-belgia-ini-dipenjara-1ABY8DhDdG.jpg Marisa Papen (Foto: Pinterest)

KABAR tak menyenangkan datang dari Mesir. Pemotretan telanjang yang dilakukan di sana menuai konflik yang cukup panas. Pasalnya, pemotretan itu berlangsung di salah satu kuil kuno.

Setelah mengetahui adanya pemotretan tersebut, sang model dikabarkan dijebloskan ke penjara. Dilansir dari Mirror, Selasa (12/9/2017), awal ceritanya adalah saat itu Marisa Papen, sang model, memang dalam projek photoshot dengan konsep telanjang bulat. Dia menggambarkan dirinya sebagai "ekspresionis yang bersemangat dan bersemangat".

BACA JUGA:

 

Bersama dengan fotografer Jesse Walker, akhirny Papen memutuskan untuk mengambil pose telanjang sebagai bentuk ekspresinya. Namun, sayang sungguh sayang, diketahui bahwa pemotretan mereka dilakukan tidak mengantongi izin dari pihak berwenang.

Papen berkata, dirinya mencoba menjelaskan kepada penjaga bahwa apa yang mereka lakukan hanya sebatas membuat seni sebagai penghormatan tertinggi untuk budaya Mesir. Namun, sambung Papen, penjaga itu tidak dapat melihat hubungan antara telanjang dan seni. Di mata mereka itu porno atau semacamnya.

 

Sementara itu, Papen mengatakan bahwa dia bertemu dengan Walker di Kairo.

Sadar akan perbedaan budaya antara Mesir dan Barat, ketika ingin melakukan pemotretan bugil, mereka dikabarkan menyuap penjaga untuk bisa memulai pemotretan di dekat piramida Giza. Tapi mereka tertangkap oleh dua pria lain yang berpatroli di daerah tersebut. Dengan sogokan £ 15 atau sekitar Rp 270 ribu, dan pasangan itu berhasil lolos dari masalah.

Setelah Giza, keduanya melancong ke Luxor untuk mengunjungi kuil Karnak. Ketika di Karnak ternyata penjagaan lebih ketat dibandingkan di piramida di Giza. Di Luxor, Papen dan Walker harus memikirkan rencana lain untuk bisa tetap menjalankan pemotretan mereka. Mereka memutuskan untuk bersembunyi di kompleks sebelum waktu tutup.

Papen menjelaskan, walau begitu, dia dan Walker tahu bahwa sekarang mereka ada di kondisi serius! Benar saja, empat petugas keamanan menangkap keduanya dan membawa mereka seperti dua anjing ke polisi setempat.

Papen menjelaskan, tanpa bisa berkata-kata dia bilang kepada Walker bahwa dia harus menghapus gambarnya. "Kalau tidak, kita akan kacau waktu," ungkap singkat Papen pada Walker. Petugas polisi Mesir tidak mempercayai pasangan tersebut saat mereka memberi tahu mereka bahwa mereka hanya cek hasil foto dan tidak berfoto sama sekali.

Papen mengklaim polisi memaksa Walker untuk turun tangan untuk mencari kartu memori kedua, tapi tidak dapat menemukan apapun. Akhirnya mereka berdua dipenjara!

"Sel pertama yang kami temui dipenuhi oleh setidaknya 20 pria, ada yang pingsan di lantai, ada yang meremas tangan mereka melalui rel, ada yang berdarah, dan ada juga yang berteriak," ungkap Papen. Dia mengakui bahwa belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya dalam kehidupan nyata.

 

Setelah beberapa jam di sel, Papen dan Walker dibawa ke depan hakim. Di sana Papen menjelaskan bahwa mereka terus memainkan peran sebagai turis bodoh. Alasan itu pun menurut Papen adalah cara yang tepat agar bisa terbebas dari penjara.

"Akhirnya, dia memberi kami peringatan dan menyuruh kami untuk tidak melakukan sesuatu yang sangat memalukan lagi," tutur Papen seusai persidangan.

BACA JUGA:

Sementara itu, ketika mereka sudah kembali ke kamar hotel, Walker berhasil memulihkan gambar yang dihapus dari kartu SD dengan perangkat lunak khusus. Sampai akhirnya Anda bisa melihat fotonya ini!

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini