Share

Menyantap Daging Ayam Mentah Jadi Tren, Pemerintah Jepang Beri Peringatan Keras Kepada Warganya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 12 September 2017 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 12 298 1774419 menyantap-daging-ayam-mentah-jadi-tren-pemerintah-jepang-beri-peringatan-keras-kepada-warganya-t0Im5nZL73.jpg Foto: foodandwine

BAGI sebagian restoran Amerika, gagasan untuk menyantap daging ayam mentah tentunya akan meningkatkan risiko terkena racun salmonella yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Tetapi, bagi Celebrity Chef Marc Murphy olahan daging ayam mentah atau chicken sashimi adalah sebuah menu makanan lezat yang selama ini ia impikan.

Melalui akun twitternya, Marc sempat mengungkapkan rasa cintanya terhadap chicken sashimi. Ia bahkan mengunggah beberapa foto chicken sashimi hasil olahannya sendiri. Tindakan tersebut ternyata mengundang pertanyaan besar di kalangan netizen. Tak sedikit yang mempertanyakan apakah makanan itu benar-benar aman untuk dikonsumsi?

Baca Juga:

Jika ditelisik lebih jauh, chicken sashimi atau juga sering disebut dengan chicken tartare sebetulnya telah lama disajikan oleh sejumlah restoran di seluruh dunia. Meski asal usul makanan ini berasal dari Negeri Sakura Jepang, beberapa restoran di Amerika Serikat ternyata mulai menyajikan hidangan tersebut.

Namun ternyata, pemerintah Jepang sendiri telah memperingatkan masyarakatnya untuk menghindari mengonsumsi daging ayam mentah.  Pada Juli lalu, Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa keracunan makanan yang disebabkan oleh konsumsi daging ayam mentah telah meningkat tajam. Secara tegas, pihak kementerian meminta para penduduk Jepang untuk mengolah daging ayam hingga matang atau disajikan dengan suhu internal 75 derajat agar lebih aman untuk dicerna.

Chicken sashimi sendiri sering disiapkan dengan cara merebus atau membakar dalam waktu tidak lebih dari 10 detik. “Tenggang waktu ini tidak cukup untuk membunuh mikroba-mikroba berbahaya seperti campylobacter dan salmonella,” kata Michael Doyle, Profesor Mikrobiologi Makanan di University of Gergia’s Center for Food Safety.

Menurut kementerian, bakteri campylobacter yang sering ditemukan pada usus ayam merupakan penyebab utama terjadinya keracunan makanan. Bakteri ini diyakini bertanggung jawab atas 60% kasus keracunan makanan di Jepang.

Baca Juga:

Seperti kata Doyle, campylobacter bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan makanan ini tidak aman dikonsumsi. Masih ada bakeri salmonella yang bisa mengontaminasi daging ayam ketika dipotong memanjang atau dipotong dadu dari bagian dadanya. Bahkan, beberapa restoran nekat memotong daging ayam dari pangkal paha hingga hati dimana kandungan bakteri cenderung lebih banyak.

Fakta tersebut tentunya memunculkan sebuah pertanyaan besar, apakah kita harus memakannya?

“Saya akan sangat berhati-hati dengan olahan daging ayam mentah, meski dimasak dengan ringan. Selain itu, Anda juga harus mengetahui asal usul ayam yang digunakan untuk membuat chicken sashimi,” tegas Claire Shorenstein.

Claire menambahkan, apabila di buku menu tidak ada penjelasan dari mana asal usul bahan makanan yang digunakan, jangan ragu-ragu untuk menanyakannya langsung ke pihak restoran. Demikian dilansir dari Food & Wine, Selasa (12/9/2017).

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini