UNCOVER INDONESIA: Wisata Hutan Batu Rammang-Rammang, Karya Tuhan yang Eksotik dan Menantang

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 12 September 2017 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 12 406 1774369 uncover-indonesia-wisata-hutan-batu-rammang-rammang-karya-tuhan-yang-eksotik-dan-menantang-qoHmPLX7t2.jpg Foto: foodgrapher

SEORANG traveler pernah berkata ‘Dunia itu hanya seluas langkah kaki’. Ungkapan tersebut agaknya masuk akal, sebab ketika seorang melangkahkan kakinya maka itulah dunia yang ia lihat. Sebaliknya, jika seseorang hanya menjalani harinya sebatas rutinitas, maka luas dunia baginya hanya sebatas itu.

Jika Anda mendambakan sebuah petualangan yang tidak biasa. Cobalah untuk menyambangi Indonesia bagian tengah, yang salah satunya daerah Sulawesi Selatan. Pasalnya, di daerah yang terkenal dengan masakan pedasnya tersebut memiliki sebuah objek wisata yang sungguh luar biasa.

Foto: hellomakassar

Ya, Kawasan Taman Hutan Batu Rammang-Rammang jawabannya. Kawasan yang disebut taman hutan batu ini memang sesuai dengan namanya, sebab daerah tersebut yang masih menjadi bagian dari pegunungan karst itu menyimpan beragam jenis batu-batuan yang bentuknya beraneka ragam, seperti sebuah karya pahatan yang indah.

BACA JUGA:

Bentuk-bentuk batu tersebut berasal dari batu kapur dengan berbagai ukuran. Batu-batu tersebut berukuran mulai dari satu meter yang paling kecil hingga yang terbesar bisa mencapai puluhan meter.

Bagi wisatawan yang tertarik untuk menikmati keunikan dari suasana taman hutan batu yang terletak di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan tersebut, dapat menyusuri sungai dengan menyewa perahu. Sungai tersebut membelah pegunungan, sehingga ketika petualangan tengah berlangsung, sepanjang jalan dapat dipastikan Anda tidak akan berhenti mengungkapkan kekaguman.

Untuk menelusuri taman hutan yang memiliki luas sekira 45ribu hektar tersebut, para wisatawan harus terlebih dahulu menuju sebuah deramaga kecil yang jadi titik awal penelusuran.  Keunikan objek wisata ini terletak pada batu-batu besar yang tidak beraturan, muncul dari dasar sungai yang seakan tumbuh, dan beberapa lainnya tampak bertumpuk, tersusun tidak rapi, namun memberikan kesan tersendiri.

BACA JUGA:

Hebatnya lagi, kawasan karst Maros-Pangkep ini telah masuk dalam kawasan cagar alam UNESCO pada 2001 sebagai situs warisan dari masa lalu. Jelas saja, karena bentuk dan susunan batunya yang tidak wajar, tidak mungkin sengaja disusun oleh manusia, pun sisa peninggalan manusia purba pada beberapa dinding gua yang terdapat di sana.

(ade)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini