nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BACKPACKER DIARY: Japanese Covered Bridge, Ikon Wisata Hoi An Bernuansa Jepang yang Cantik di Malam Hari

Dada Sathilla, Jurnalis · Rabu 13 September 2017 04:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 12 406 1774540 backpacker-diary-japanese-covered-bridge-ikon-wisata-hoi-an-bernuansa-jepang-yang-cantik-di-malam-hari-oHGTeay7Dv.jpg Foto: Dada/Okezone

KOTA tua Hoi An di provinsi Quang Nam, Vietnam bagian tengah ternyata mempunyai ikon yang bernuansa Jepang. Japanese Covered Bridge merupakan landmark yang pasti dikunjungi wisatawan yang berkunjung ke Hoi An. Jembatan yang menyala hijau saat malam ini bisa dikunjungi gratis lho. 

Baca Juga:

Jembatan merah tua bernuansa Jepang ini berada di tengah kota tua Hoi An. Dinamakan Japanese Covered Bridge karena jembatan ini dibangun oleh komunitas orang Jepang yang tinggal di Hoi An pada tahun 1593. Fungsinya untuk menghubungkan komunitas Jepang dengan komunitas Tiongkok. Kini jembatan ini menjadi bukti jejak pengaruh Jepang di Vietnam. 

Jembatan yang berdiri di atas sungai Thu Bon ini menghubungkan jalan Nguyen Thi Minh Kai dan jalan Tran Phu. Tak seperti jembatan pada umumnya, jembatan ini memiliki atap. Bagian bawahnya dilapisi dengan kayu. Di tengah jembatan terdapat kuil yang kecil yang juga bisa dikunjungi. 

Kuil ini didirikan untuk memuja Tran Vo Bac De yang dipercaya para pengiku ajaran Taoisme sebagai dewa cuaca dan badai. Di setiap ujung jembatan ada patung anjing dan monyet. Konon hal ini merujuk kepada tahun pembangunan jembatan, yaitu tahun 1593 yang merupakan tahun monyet. Dan tahun ketika jembatan selesai dibangun, 1595, yang merupakan tahun anjing. Kedua patung ini dianggap sebagai penjaga jembatan.

Karena Vietnam mengalami perang beberapa kali, jembatan Jepang ini juga pernah terkena imbasnya. Saat zaman penjajahan Perancis, pemerintah kolonial Perancis memutuskan meratakan jembatan kemudian membangun jalan untuk mobil. Namun pada tahun 1986, jembatan kembali dibangun mengikuti bentuk aslinya. 

Untuk mengunjungi jembatan sepanjang hampir 20 meter ini tak dipungut biaya alias gratis. Namun biasanya saat siang hari, petugas akan meminta tiket bila anda ingin masuk ke dalam kuil. Agar jatah 5 tiket masuk kota tua Hoi An tak berkurang sebaiknya anda tak perlu masuk ke kuil. Atau datanglah saat hari telah gelap. Saat malam turis bisa masuk kuil dan jembatan dengan leluasa. 

Baca Juga:

Suasana di sekitar jembatan saat malam hari terasa berbeda. Bila siang hari jembatan tampak berwarna merah tua, berkat adanya lampu jembatan terlihat kehijauan saat malam hari. Anda juga bisa melewati jembatan ikonik ini dengan berperahu di sungai Thu Bon. Perahu yang digunakan adalah perahu kayu tradisional. Dengan membayar 50.000 dong atau sekitar 25.000 rupiah per orang anda bisa menikmati keindahan Japanese Covered Bridge selama 20 menit dari atas air. 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini