nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Endoskopi PELD, Teknologi Baru Atasi Masalah Saraf Kejepit! Berapa Biayanya?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 12 September 2017 21:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 12 481 1774576 endoskopi-peld-teknologi-baru-atasi-masalah-saraf-kejepit-berapa-biayanya-fGIRKnQZ0I.jpg

PERNAHKAH Anda merasa nyeri yang sangat hebat dibagian pinggang atau disekitar tulang pinggang? Dalam dunia medis, rasa nyeri ini dikenal dengan sebutan sebutan Herniated Nucleus Pulpposus (HNP) atau saraf kejepit.

HNP sebetulnya termasuk dalam kategori penyakit degenaratif dimana sebagian besar pasiennya berusia 41 tahun – 60 tahun. Selain faktor usia, HNP juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor pemicu seperti, trauma yang disebabkan oleh benturan langsung pada tulang belakang, genetika, hingga obesitas. Untuk kasus obesitas, terjepitnya saraf dikarenakan pinggang menopang berat badan terlalu berat sehingga struktur bantalan tulang belakang mengalami kerusakan.

Baca Juga:

Pengobatan HNP sendiri terbagi menjadi dua skema. Untuk kasus ringan dapat dilakukan tindakan konservatif dengan menggunakan obat-obatan dan fisioterapi. Namun, jika rasa nyeri tidak juga hilang, para dokter biasanya akan melakukan tindakan intervensi dengan menganjurkan operasi konvesional dan minimal invasive (menggunakan teknologi modern).

“Selama ini, mindset orang Indonesia selalu berpikir bahwa rasa nyeri pada tulang belakang itu dapat disembuhkan dengan mengonsumsi obat-obatan, herbal, atau bahkan pengobatan alternatif. Ini merupakan sebuah kesalahan besar, karena saraf terjepit hanya dapat disembuhkan ketika bantalan tulang diangkat dan dikeluarkan dari tulang,” tutur dr. Mahdian Nur Nasution, SpBs dari Klinik Nyeri dan Tulang belakang Onta Merah, dalam konferensi persi di Warung Jati, Jakarta Selatan, (12/9/2017).

Lebih lanjut Mahdian menjelaskan, jika rasa nyeri sudah tidak tertahankan lagi, maka harus dilakukan tindakan intervensi dengan mengoperasi tulang belakang pasien. Operasi HNP sendiri kini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Para pasien dapat memilih operasi minimal invasive dengan bantuan teknologi endoskopi PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Disectomy). 

Dibandingkan operasi konvesional, endoskopi PELD terbilang efektif dan efisien dalam berbagai hal. Sebagai contoh, jika pada operasi konvesional bagian kulit, otot, ligamen, serta tulang dibedah hingga memungkinkan terjadinya kerusakan struktur. Sementara dengan operasi endoskopi PELD hal tersebut cenderung dapat diminimalisir.

“Operasi ini tidak akan merusak struktur anatomi yang ada dan tidak menyebabkan perlengketan yang akan menyebabkan timbulnya keluhan-keluhan seperti yang dulu. Ini karena alat-alat yang digunakan sangat modern. Bentuknya seperti selongsong atau pipa kecil dengan ukuran kurang dari 1 cm atau sekitar 7mm. Mirip seperti suntik jarum saja, sehingga luka operasi tidak perlu dijahit,” jelas Mahdian.

Baca Juga:

Tidak hanya itu, kelebihan endoskopi PELD ini juga mencakup masa sembuhnya pasien yang hanya memerlukan waktu istirahat sekitar 1-2 minggu saja. Namun demikian, biaya yang harus dikeluarkan pasien memang relatif tinggi dibandingkan operasi konvesional, yakni berkisar Rp70juta – Rp120 juta tergantung kelasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini