Image

Hati-Hati, Duduk Terlalu Lama Meningkatkan Risiko Kematian Dini!

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 18:52 WIB
https img z.okeinfo.net content 2017 09 13 481 1775270 hati hati duduk terlalu lama meningkatkan risiko kematian dini 0PwU1rNmWg.jpg Ilustrasi (Foto: Boldsky)

JIKA Anda memiliki pekerjaan atau gaya hidup, di mana harus duduk untuk jangka waktu yang lama, maka tidak hanya berisiko mengembangkan beberapa masalah kesehatan, tapi juga kematian dini.

Sebuah studi baru-baru ini telah memperingatkan bahwa orang-orang yang duduk selama 1 sampai 2 jam pada suatu waktu, mungkin memiliki risiko kematian dini yang lebih tinggi daripada mereka yang duduk secara kumulatif.

Para periset menggunakan pemantau aktivitas untuk mengukur aktivitas secara tidak objektif selama waktu bangun selama 7 hari pada 7.985 orang dewasa kulit hitam dan kulit putih di atas usia 45 tahun. Rata-rata, perilaku tidak menetap menyumbang 77 % jam bangun peserta, setara dengan lebih dari 12 jam per hari.

Selama masa tindak lanjut rata-rata 4 tahun, 340 peserta meninggal. Hal ini menunjukkan risiko kematian dini yang cukup tinggi pada orang-orang yang sering terlalu lama duduk.

BACA JUGA:

Ya Ampun Ada Pasta Panjangnya 9 Meter, kalau Mau Makan Harus Pakai Gunting

Keliling Dunia untuk Icip Minuman Whisky, Dibayar Pula! Mau?

Risiko kematian dihitung untuk mereka dengan berbagai jumlah waktu duduk dan berbagai pola menetap. Mereka dengan jumlah waktu duduk yang paling banyak lebih dari 13 jam per hari, dan perilaku sendentari setidaknya 60 sampai 90 menit berturut-turut memiliki peningkatan risiko kematian yang hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang memiliki waktu duduk paling sedikit.

BACA JUGA

Koki Kerajaan Bocorkan Pola Makan Mendiang Putri Diana, Ini Sederet Menu Favoritnya

Gagal saat Drug Test, Atlet Tenis Dunia Ini Salahkan Hidangan Pasta, Kok Bisa?

Para periset juga menemukan bahwa peserta yang duduk kurang dari 30 menit memiliki risiko kematian terendah. "Kami cenderung menganggap perilaku tetap seperti seberapa banyak kita duduk-duduk setiap hari," kata Keith Diaz, ilmuwan riset asosiasi di Columbia University Medical Center (CUMC) di Amerika Serikat yang dikutip Boldsky, Rabu (13/9/2017).

Penelitian sebelumnya menyarankan bahwa pola menetap-apakah individu menghasilkan waktu yang tidak banyak melakukan peregangan, mungkin berdampak pada kesehatan. Penelitian baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini