Image

Dengar Suara Ibunya untuk Pertama Kali, Bayi Tunarungu Berusia Tiga Bulan Tidak Berhenti Tersenyum

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 04:18 WIB
https img z.okeinfo.net content 2017 09 13 481 1775297 dengar suara ibunya untuk pertama kali bayi tunarungu berusia tiga bulan tidak berhenti tersenyum aMzbxRLOTC.jpg Bayi tunarungu 3 bulan (Foto: Dailymail)

SETIAP ibu tentu ingin anaknya terlahir sempurna tapi tidak semua ibu mengalaminya. Beberapa ibu mungkin harus menghadapi kenyataan bahwa ada kekurangan pada diri anaknya. Walau begitu, kasih sayang ibu kepada anaknya tidak akan berkurang. Malah, ibu akan berusaha semaksimal mungkin agar anaknya mendapatkan yang terbaik.

Hal inilah yang dilakukan oleh Fransisca Umana, seorang ibu yang melahirkan bayi dalam kondisi tuna rungu. Sejak dilahirkan tiga bulan lalu, Lexi Daniella tidak mampu mendengar dengan baik. Bayi yang berasal dari Virginia tersebut kemudian dipasangi alat bantu dengar. Pertamanya, bayi yang akrab dipanggil Dani itu, kebingungan saat mendengar suara mencicit saat alat diletakkan di telinganya.

BACA JUGA:

Peduli dengan Disabilitas, Gerai Kopi Ternama Bikin Apron Khusus Barista Tunarungu

Bayi Usia 4 Bulan Harus Tidur Terpisah dengan Orangtua

Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Dani dengan cepat menyesuaikan diri dengan kemampuan pendengarannya yang baru dan terlihat berseri-seri ketika mendengar suara. Satu hal yang mengharukan adalah saat Dani terpaku dan tersenyum karena mendengar suara ibunya.

“Sungguh saat yang luar biasa ketika melihatnya tersenyum dan menanggapi suaraku,” ungkap Fransisca seperti yang dikutip dari Daily Mail, Rabu (13/9/2017). Bahkan keharuan tersebut juga dirasakan oleh anggota keluarga Fransisca yang lain saat melihat respon Dani yang mendengar suara. “Banyak dari mereka yang tidak dapat menahan air mata,” tambah Fransisca.

Ketika Dani dilahirkan pada bulan Juni lalu, pihak keluarga diberi tahu bahwa bayi mereka pendengarannya berkurang dan hampir tuli. Hal itu disebabkan karena adanya penumpukan cairan di telinga. Tadinya dokter bilang cairan tersebut akan keluar secara alami setelah proses kelahiran. Namun Fransisca tetap waspada dengan kondisi anaknya setelah beberapa minggu berlalu.

Dani kemudian menjalani serangkaian tes dan hasilnya menunjukkan Dani menderita gangguan pendengaran berat. Pihak keluarga akhirnya mengajari Dani untuk berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Tiga bulan setelahnya, pihak keluarga memutuskan agar Dani menggunakan alat bantu dengar.

BACA JUGA:

Awas! Ini Dampak Buruk Ibu dan Bayi Tidur Bersama

Dampak Buruk Berikan MPASI Jus Buah pada Bayi

Walaupun alat ini bisa membantu Dani untuk mendengar, tetapi dia akan menangis bila mendengar suara yang terlalu keras. Dokter menyarankan agar Dani menjalani implan koklea. Dengan begitu dia bisa mendengar suara normal di kemudian hari. Sambil menunggu hari di mana Dani bisa menjalani implan koklea, Fransisca tetap mengajarkan bahasa isyarat agar Dani bisa mengerti segala hal.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini