Image

Tidak Boleh Diremehkan, Ini Jangka Waktu Bahaya Rokok Menyerang Kesehatan Perokok Pasif

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 13:48 WIB
https img z.okeinfo.net content 2017 09 14 481 1775793 tidak boleh diremehkan ini jangka waktu bahaya rokok menyerang kesehatan perokok pasif NISzGHSxEl.jpg Bahaya rokok bagi perokok pasif (Foto:Irelandboys)

SUDAH terbukti secara ilmiah dan medis bahwa merokok itu berbahaya bagi siapa pun. Tidak hanya untuk si perokok itu sendiri, tapi juga untuk manusia di sekitarnya. Sebab, residu dari rokok itu cukup berbahaya dan dapat menimbulkan risiko kesehatan sampai kematian.

Nah, mungkin Anda sudah tahu bahwa setiap orang yang tidak merokok jika dia berada di sekitar perokok maka tetap berbahaya. Alasannya adalah karena asap rokok yang dihirup. Tidak berlaku lagi “lebih bahaya yang menghirup asap rokok daripada menghisap rokok”. Semuanya berbahaya. Apalagi mereka yang punya faktor risiko.

Dijelaskan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) Konsultan Rumah Sakit Persahabatan Dr. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P (K), rokok itu berbahaya bagi semua manusia. Kandungan yang ada di rokok mampu memberikan dampak negatif bagi tubuh. Baik itu nikotinnya, tar, ataupun tembakau itu sendiri.

BACA JUGA:

Bikin Indra J Piliang 'Nagih', Sabu-Sabu hanya Memberikan Kenikmatan Semu

Kabar Baik, Senyawa Minyak Zaitun Bisa Cegah Diabetes Tipe 2!

Kamis 14 September 2017, 12:07 WIB

Bila bicara perokok pasif, mereka ini adalah orang-orang yang sebetulnya tidak menghisap rokok. Tetapi, kelompok ini merupakan mereka yang menghirup asap rokok yang dibuang para perokok. Di mana, residu asap rokok ini bisa berbentuk asap itu sendiri yang langsung dihirup di udara, dihirup di baju perokok, atau jika di rumah perabotan rumah juga bisa menyimpan residu jahat ini.

’’Ini yang kadang lalai dari perhatian. Setelah si ayah merokok, dia memeluk si anak. Secara tidak langsung, si anak akan menghirup asap rokok dari baju ayahnya. Bahayanya sama besar,’’ tegas dr. Agus saat mengisi materi di “Stand Up, Speak Out, Fight to Tobacco” di Warung Daun, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

 

Dr. Agus melanjutkan, bagi para perokok pasif, sebetulnya ada jangka waktu sampai dia terpapar bahayanya rokok ini. Ada dua kelompok perokok pasif. Yang pertama adalah perokok pasif tidak aktif dan perokok pasif aktif. Mereka yang perokok pasif tidak aktif, bahayanya lebih sedikit. ’’Tubuh manusia punya kemampuan sekresi secara alami. Nah, mereka yang misalnya terpapar rokoknya hanya 2-3 hari, itu dengan sendirinya nikotin di tubuh yang menempel atau masuk akan keluar melalui proses sekresi,’’ ungkap dr. Agus.

Sedangkan, mereka yang terpapar asap rokok aktif, sampai akhirnya mereka bisa merasakan bahaya rokok secara akut ataupun kronik rata-rata 15-20 tahun. Waktu tersebut tidak termasuk gejala awal. ’’Kalau sudah terkena masalah serius, yang bisa dilakukan adalah penyembuhan secara serius dan yang terpenting menjauhkan diri dari rokok sama sekali,’’ tambahnya.

Namun, kondisi berbeda dialami keluarga Fitria Indah Lestari. Ibu dua anak itu belum lama telah kehilangan anak keduanya yang bernama Muhammad Hafizh Syawal, yang baru berusia 3 bulan. Penyebab kematian bayi Haifzh adalah penyakit pneumonia. Dijelaskan dokter yang menangani bayi Hafizh, paparan rokok yang membuat nyawa buah hatinya itu terhenti. Paparan asap rokok merenggut nyawa Hafizh tidak lebih dari seminggu!

Pada Okezone, Fitria coba menjelaskan awal paparan itu terjadi ke anaknya. Awalnya, keluarga kecil itu mengadakan aqiqah Hafizh yang berusia 3 bulan. Saat acara itu berlangsung, awalnya Fitria menaruh bayi mungil itu di kamar. Namun, tamu-tamu ingin melihat langsung sosok bayi laki-laki itu.

Alhasil Fitria mengeluarkan bayi Hafizh dari kamar dan diletakkan di ruang tamu. Tempat di mana aqiqah itu dilakukan. Setelah itu dia pergi sebentar. Saat dia kembali, tamu undangan sudah banyak berdatangan. Banyak dari mereka yang merokok.

Setelah dua hari berselang, Fitria melihat perubahan kondisi tubuh bayi Hafizh. ’’Anak itu batuk-batuk kencang sampai suaranya bikin saya sedih sendiri. Tidak hanya itu tubuh bayi tersebut kemudian sesak napas. Kejang-kejang juga,’’ terang Fitria menjelaskan kondisi anaknya sebelum terdiagnosis.

 BACA JUGA:

Indra J Piliang Terciduk, Ini Efek Mengerikan Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Dijamin Nyeri Payudara saat Menstruasi Berkurang, Perbanyak Konsumsi Bayam dan Alpukat

Selain gejala tersebut, Haifzh juga menderita mencret. Fitria menjelaskan, sehari Hafizh bisa sampai 6 kali buang air besar encer. Kondisi tersebut tentunya membuat tubuh Hafizh kekurangan banyak gizi. Ditambah Hafizh tidak nafsu untuk menyusu.

Melihat kondisi tersebut, Fitria langsung membawa Hafizh ke RS Umum Tangerang. perawatan intensif pun dilakukan. ’’Sehari Hafizh di IGD untuk diuap. Setelah itu masuk ruang PICU dua hari,’’ tambah ibu muda itu. Nah, dua hari setelah dirawat di PICU, Hafizh pun harus menghembuskan napas terakhirnya. ’’Salah satu indikasi kenapa Hafizh itu terpapar rokok adalah tercium di bajunya dia bau rokok yang kuat. Makanya, dokter mengambil kesimpulan pneumonia karena asap rokok.

Sejak saat itu, keluarga kecil tersebut mula ketat terhadap asap rokok. Fitria menjelaskan, rumahnya kini terbebas dari asap rokok. Kalau memang ada tamu yang ingin merokok, biasanya Fitria memintanya untuk merokok di luar rumah atau jangan merokok sama sekali.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Berita Rekomendasi

Perokok Pasif
Cari Berita Lain Di Sini