Image

Aduh Kasihan! Justin Bieber Alami Pembengkakan Testis, Kenali Penyebab dan Pencegahannya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 17:05 WIB
https img.okeinfo.net content 2017 09 14 481 1775814 aduh kasihan justin bieber alami pembengkakan testis kenali penyebab dan pencegahannya 6OWBzvR4ix.jpg Justin Bieber (Foto: Teenvogue)

AKHIR Agustus kemarin, kabar Penyanyi Justin Bieber (JB) diam-diam dibawa ke ruang gawat darurat di Northwell Health, sebuah rumah sakit di Great Neck terhembus banyak pihak. Penyebab JB dilarikan ke IGD diketahui akibat terluka saat bermain sepak bola.

Kenapa itu bisa terjadi? Diketahui luka yang terjadi pada saat itu membuat testisnya terkilir. Alhasil, pembekakan pun terjadi. Setelah kejadian itu, JB pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Sebetulnya kejadian tersebut pertama terjadi pada Mei 2017. Namun, baru terendus media awal September 2017, karena salah satu pegawai medis membocorkan rekam medis JB.

BACA JUGA:

Lalu, sebetulnya sebegitu parah kah kondisi tersebut? Jika melirik kasus testis JB ini, mungkin terdengar seram ketika ada istilah bengkak. Sebetulnya, kasus ini tidak begitu serius. Hanya saja, jika tidak dilakukan penanganan yang segera, maka akan berdampak pada kesehatan tubuh lainnya.

Dilansir dari Men’s Health, Kamis (14/9/2017), kondisi testis bengkak itu bisa karena tali sperma yang menempel ke tubuh mengalami cidera lalu luka. Hal tersebut kemudian menyumbat peredaran darah ke testis. Itu juga kenapa pembengkakan bisa terjadi.

Seperti yang dijelaskan Dokter Spesilis Urologi dan Pemilik Z Urology di Coral Springs, Florida, Michael P. Zahalsky, kejadian ini ibarat Anda tengah menggenggam sebuah apel. Nah, saat mengambil apel, coba putar batang buahnya sampai apel lepas. Kalau terpelintir keras, testis pun bisa mengalami disfungsi.

’’Torsi testis bisa juga terjadi karena seorang pria berlari atau bersepeda. Faktor penyebab lainnya yang bisa menyebabkan masalah testis adalah berolahraga terlalu ekstrim atau bermain bola sampai ke pangkal paha,’’ ungkap Zahalsky.

Namun, yang paling sering terjadi itu adalah adanya reaksi spontan pada testis, sehingga testis tidak bisa mengendalikan kondisi dengan baik. ’’Gerakan acak dan spontan saat berolahraga atau berhubungan badan juga bisa jadi faktor penyebabnya,’’ tambah Dokter Spesialis Urologi di Orlando Health Jamin V. Brahmbhatt.

Lebih lanjut, ternyata ada beberapa aktivitas tubuh lainnya yang bisa menyebabkan masalah ini. Diungkapkan dr. Zahalsky, testis terpelintir itu bisa juga saat si pria tertidur, lho. Dia menambahkan, torsi testis lebih sering terjadi pada remaja usia awal. Pria berusia di bawah 25 tahun memungkinkan terjadinya masalah ini. Perbandingannya sekitar 1 banding 4.000 jiwa.

Kemudian, yang kadang tidak diperhatikan adalah kebiasaan anak-anak memainkan testisnya sendiri. Dokter Zahalsky menjelaskan, pada beberapa kasus, anak-anak yang punya kebiasaan memainkan testisnya sendiri berisiko tinggi juga mengalami masalah ini.

BACA JUGA:

Sementara itu, terkait dengan penanganannya sendiri, dr. Brahmbhatt menjelaskan bahwa kalau sudah merasa sakit, jangan dibiarkan. ’’Kalau merasa sakit lebih dari 15 menit, sebaiknya bawa ke IGD. Apalagi sampai menunjukan pembengkakan,’’ tuturnya.

Komplikasi dari masalah pembengkakan testis ini cukup berbahaya. Salah staunya adalah berkurangnya kualitas sperma si pasien dan tentunya tingkat kesuburan si pria itu sendiri.

Disarankan dr. Zahalsky, bagi mereka para atlet, sebaiknya mengenakan celana pendek atau celana dalam saat berolahraga. Sebab, dengan penggunaan celana dalam, dipercaya mampu meminimalisir risiko cedera testis.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini