Bahaya Rokok Sebabkan Serangan Jantung, Bagaimana Kaitannya?

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 14 September 2017 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 14 481 1775849 bahaya-rokok-sebabkan-serangan-jantung-bagaimana-kaitannya-Mlfq1Zfrsx.jpg Ilustrasi (Foto: Mirror)

ROKOK benda yang jahat dan merusak kesehatan, termasuk memicu serangan jantung. Apa yang menyebabkan seorang perokok menderita penyakit tersebut yang dapat membahayakan nyawanya?

Berdasarkan data yang didapat dari Yayasan Jantung Indonesia, mayoritas perokok di negara kita didominasi pria dewasa dengan jumlah sekira 67%. Rata-rata, mereka mulai aktif merokok sejak usia 19 tahun.

BACA JUGA:

Ketua Yayasan Jantung III dengan concern rokok Laksmiati A Hanafiah mengatakan, betapa bahayanya rokok bagi kesehatan. Sekali kena candu rokok, dampaknya bisa seumur hidup.

"Betapa beratnya pecandu rokok jika ingin berhenti merokok. Tapi di Indonesia dua dari tiga pria pasti seorang perokok," ujar Mia saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Sayangnya, menurut dia, industri rokok saat ini menyasar konsumen anak muda. Rata-rata, pria usia 19 tahun sudah mulai aktif menghisap rokok.

Bila disimpulkan usia perokok saat ini cenderung muda. Bahkan, sekalipun anak-anak usia empat tahun juga ada yang pernah merokok.

BACA JUGA:

Pada kesempatan sama, Spesialis Jantung Pembuluh Darah Konsultan dr Siska Suridanda Danny SpJP(K) menjelaskan, rokok memiliki zat berbahaya yang dapat mengganggu aliran darah ke jantung. Rokok memiliki molekul berbahaya yang menyebabkan kerusakan endotel.

"Lapisan dalam ini jadi gampang disiusupi molekul asing, lalu masuk ke dinding pembuluh darah. Ini bisa menimbulkan seperti bisul yang menutupi aliran pembuluh darah. Jika pecah, terjadilah sumbatan total dan seranan jantung," terang dr Siska.

Tapi bukan hanya rokok saja yang menyebabkan serangan jantung. Pemicu lainnya yakni hipertensi yg tidak terkontrol baik dan diabetes.

Karena itu, hindari faktor risiko serangan jantung yang mengancam nyawa Anda. Bila tidak, dampaknya bisa merugikan diri sendiri dan keluarga.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini