Image

Teknik CPR Mampu Selamatkan Pasien Henti Jantung Mendadak

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 15:31 WIB
https img.okeinfo.net content 2017 09 14 481 1775876 teknik cpr mampu selamatkan pasien henti jantung mendadak aCzWddGViw.jpg Tindakan CPR (Foto: StartCPR)

PENYAKIT jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap sepele penyakit ini. Barulah ketika terjadi serangan atau sesuatu yang tidak diinginkan, kewaspadaan terhadap penyakit jantung mulai tumbuh.

Hal umum yang dikenal masyarakat tentang penyakit jantung adalah serangan jantung dan henti jantung mendadak. Dan yang paling banyak menyebabkan kematian adalah henti jantung mendadak bukan serangan jantung. Keduanya merupakan hal yang berbeda.

 BACA JUGA:

2 Sendok Teh Garam per Hari Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung!

Meski Mahal, Makan Steak Kurangi Risiko Terkena Penyakit Jantung Koroner

Perbedaannya adalah saat seseorang terkena serangan jantung dia masih dalam keadaan sadar dan memiliki denyut nadi. Gejala lain yang dialami ketika serangan jantung adalah keringat dingin, dada terasa sesak, leher seperti tercekik, dan sebagainya. Sedangkan pada orang yang mengalami henti jantung mendadak, dia sudah tidak sadarkan diri. Biasanya orang tersebut tidak bisa diselamatkan karena terlambat mendapatkan pertolongan pertama.

Sebenarnya pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti jantung mendadak bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk Anda. Cara untuk menyelamatkan orang tersebut adalah dengan melakukan tindakan resusitasi jantung paru atau yang lebih dikenal dengan nama CPR. Tindakan CPR ini harus langsung dilakukan paling lama 10 menit setelah melihat orang tersebut tidak sadarkan diri.

"Pertolongan pertama penyakit jantung yang terlambat membuat survival rate menurun 7%-10% setiap menitnya. Golden time saat korban tidak sadarkan diri karena henti jantung mendadak hanya 10 menit, tapi idealnya 7 menit. Walaupun dilakukan tindakan CPR, bila terlambat akan mematikan salah satu jaringan di otak," tutur dr Jetty R. H. Sedyawan, Sp.JP (K), FIHA, FACC, dokter spesialis jantung dan Sekjen PERKI saat ditemui dalam forum diskusi "Semua Orang Bisa Bantu Selamatkan Nyawa" yang diselenggarakan oleh Philips Indonesia, Kamis (14/9/2017) di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

BACA JUGA:

Konsumsi Sumber Kacang-kacangan Cegah Penyakit Jantung

Studi: Makan Tengah Malam Tingkatkan Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung

CPR adalah tindakan darurat untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah. CPR merupakan pertolongan pertama apabila tidak terdeteksi nafas pada korban atau napasnya sesak. Untuk itu, sebelum melakukan tindakan CPR harus mengecek terlebih dahulu napas pada korban selama 5-10 detik. Barulah setelah napas tidak terdeteksi CPR bisa dilakukan.

Mengingat pentingnya CPR untuk pertolongan pertama, maka dari itu semua orang diharapkan bisa memahami dan mendapatkan pelatihan tindakan pertolongan tersebut.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini