nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Tombol yang Sebenarnya Dihindari Pilot saat Kendalikan Pesawat Terbang

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 15 September 2017 10:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 15 406 1776429 5-tombol-yang-sebenarnya-dihindari-pilot-saat-kendalikan-pesawat-terbang-5yfjJxygDt.jpg Ilustrasi (Foto: Rd)

TIDAK ada satu orang pun yang ingin berada dalam keadaan darurat dalam sebuah penerbangan, termasuk pilot pesawat terbang. Untuk mengendalikan pesawat terbang, seorang pilot akan mengoperasikan tombol-tombol yang terdapat pada kokpit. Itulah salah satu alasan mengapa orang awam tidak diperkenankan untuk masuk ke kokpit saat sedang dalam penerbangan.

Menurut Patrick Smith, seorang pilot yang juga pengarang buku tentang pesawat, ada beberapa tombol yang tidak diharapkan oleh pilot. Dilansir dari Reader's Digest, Kamis (14/9/2017), inilah 5 tombol di kokpit yang sebenarnya ingin dihindari oleh pilot saat penerbangan berlangsung;

Baca Juga: Bersedia Menyerahkan Kursinya di Pesawat, Pria Ini Dapat Ganti Rugi Rp52 juta

Tombol mesin pemadam kebakaran

Pihak keamanan bandara biasanya selalu mengecek dan memastikan penumpang yang akan naik pesawat tidak membawa baterai lithium. Hal itu dikarenakan reaksi kimia dapat membuat baterai mendadak panas dan menyalakan api. Bila tiba-tiba ada api kecil di kabin pesawat, hal tersebut bisa dibilang tidak cukup berbahaya karena bisa segera diatasi dengan alat pemadam. Hal yang berbahaya adalah ketika ada api yang lebih besar di dalam bagasi atau kargo karena adanya banyak baterai.

Kejadian itu membuat pilot harus menggunakan gagang api mesin yang bertujuan untuk memotong gas supaya tidak masuk ke mesin dan menghentikan bahan bakar yang bisa membuat api semakin besar. Selain itu, pilot mungkin perlu mengaktifkan saklar pemadam kebakaran kompartemen di kargo yang berfungsi untuk melepaskan bahan kimia ke area tersebut sehingga bisa menahan api.

Baca Juga: 10 Kota Bebas Stres di Dunia, Stuttgart di Jerman Salah Satunya!

Tombol ditching

Setiap pesawat terbang komersial diwajibkan untuk memiliki saluran parit yang hanya bisa digunakan dalam keadaan darurat untuk melakukan pendaratan di air. Bila keadaan tersebut terjadi, pilot akan menekan tombol ditching yang berfungsi untuk menutup katup, aliran udara, dan bukaan lainnya di bagian bawah pesawat. Kondisi tersebut tidak membuat pesawat langsung bergerak ke bawah melainkan mengurangi kecepatan pesawat sehingga secara perlahan pilot bisa melakukan pendaratan darurat di air. Selain itu, dengan penurunan kecepatan pesawat, penumpang memiliki lebih banyak waktu untuk mendapatkan keselamatan. Di saat itu, penumpang harus mengikuti arahan petugas.

Tombol kode bahaya 7500

Saat sedang mengendalikan pesawat, pilot akan menggunakan empat digit kode yang biasa disebut "squawks" untuk tetap berhubungan dengan pengontrol lalu lintas udara melalui perangkat transponder. Biasanya, angka-angka tersebut digunakan untuk mengidentifikasi pesawat terbang. Tapi ada kode lain yang digunakan saat keadaan darurat. Misalnya, kode 7600 yang berarti mereka kehilangan komunikasi radio dan 7700 yang mengindikasikan ada keadaan darurat umum yang masih bisa diatasi. Tapi, bila pilot mengirimkan kode 7500 hal itu berarti pesawat sedang dibajak.

Baca Juga: Selain Raisa dan Hamish, Ini Deretan Pasangan Selebriti Dunia yang Pernah Bulan Madu ke Danau Como

Tombol oksigen penumpang

Perubahan tekanan selalu terjadi pada saat pesawat akan melakukan lepas landas dan pendaratan. Tapi perubahan tekanan juga bisa terjadi di tengah penerbangan. Bila hal itu terjadi, pilot akan menekan tombol yang berfungsi melepaskan masker oksigen secara otomatis agar penumpang tidak kehilangan oksigen. Biasanya keadaan itu tidak akan berlangsung lama. Bila Anda berada pada kondisi tersebut, usahakan untuk tidak panik agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan seperti serangan jantung.

Tombol ekstensi alat darurat

Pesawat membutuhkan roda untuk pendaratan yang aman, namun jika sistem tenaga utama tidak berfungsi, roda tersebut tidak akan terlepas. Dalam hal ini, pilot memerlukan rencana cadangan dengan menekan tombol sistem perpanjangan darurat yang berfungsi untuk menghilangkan tekanan agar roda gigi tidak bergerak atau membiarkan pilot memutar roda gigi ke posisi yang benar.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini