nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita dengan Tekanan Darah Tinggi Selama Hamil Berisiko Terkena Jantung Seumur Hidup

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 15 September 2017 10:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 15 481 1776415 wanita-dengan-tekanan-darah-tinggi-selama-hamil-berisiko-terkena-jantung-seumur-hidup-oPbhYQEjnB.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

SETIAP wanita tentu ingin proses kehamilan dan kelahiran yang dialaminya berjalan dengan lancar. Hanya saja, tidak semua wanita dapat merasakan hal tersebut. Ada beberapa wanita yang menemui masalah saat sedang hamil, baik pada janin yang dikandung atau pada dirinya sendiri. Salah satu masalah pada ibu hamil adalah preeclampsia.

Preeclampsia adalah suatu kondisi di mana adanya kelainan serius yang menyebabkan tekanan darah wanita menjadi tinggi. Kondisi ini biasanya terjadi di bulan-bulan awal kehamilan dan munculnya lebih sering tanpa gejala. Kalaupun ada gejala umumnya retensi air dan pembengkakan kaki yang memang biasa terjadi pada ibu hamil sehingga sulit dibedakan. Tanda lain dari preeclampsia adalah tekanan darah tinggi dan jumlah protein yang tidak normal dalam urin.

Baca Juga: Mata Merah Saat Bangun Tidur? Menangis dan Main HP Pemicunya

Sebuah studi dari Udine University, Italia menunjukkan wanita yang mengalami preeklampsia pada kehamilan cenderung mengalami penebalan di ventrikel kiri jantung mereka satu bulan setelah melahirkan. Perubahan tersebut bisa menyebabkan masalah jantung seumur hidup bagi wanita setelah kehamilan.

Penulis penelitian Dr GianLuca Colussi, asisten profesor kedokteran mengatakan, "Wanita dengan preeklamsia dini memiliki risiko terbesar untuk mengembangkan penyakit kardiovaskular di kemudian hari." Wanita-tersebut juga berisiko tinggi mengalami peningkatan risiko hipertensi kronis, diabetes, penyakit ginjal, hipotiroidisme, dan gangguan ingatan.

Temuan yang disajikan di American Heart Association itu mengungkapkan risiko penyakit jantung terjadi karena ruang pemompaan kiri jantung mengental sehingga membuat jantung lebih sulit dipompa secara efisien. "Temuan penelitian ini menggarisbawahi betapa pentingnya bagi wanita dan dokter untuk menyadari preeclampsia dan komplikasinya sejak awal kehamilan," tutur Dr Colussi seperti yang dikutip dari Daily Mail, Jumat (15/9/2017).

Baca Juga: Mengenal PCC, Obat Kejang Otot yang Bisa Membuat Fly hingga Disorientasi

Sebuah penelitian lain yang dipimpin oleh Kara Hoppe menyatakan banyak wanita yang baru menemui dokter kandungan lagi enam minggu setelah melahirkan. Hal itu membuat mereka tidak dipantau cukup dekat. Padahal banyak wanita yang tidak memahami risiko preeclampsia. Untuk itu, disarankan agar wanita lebih rajin lagi memeriksa kesehatan jantung.

Dr Colussi menambahkan, "Wanita-wanita itu harus diskrining untuk faktor utama risiko kardiovaskular dan strategi pencegahan harus dilaksanakan sesegera mungkin. Perlu juga intervensi preventif seperti menggunakan obat yang bekerja pada remodeling ventrikel kiri."

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini