nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Pola Hidup Seimbang, Pandangan Diet dari Kacamata Medis

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 16 September 2017 06:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 15 481 1776785 okezone-week-end-pola-hidup-seimbang-pandangan-diet-dari-kacamata-medis-llmKr8COq5.jpg Pola makan sehat (Foto: Gudstory)

HIDUP di lingkungan sosial seperti zaman sekarang, suka tidak suka memang definisi dari wanita cantik adalah wanita yang bertubuh langsing. Maka tak heran, banyak cara yang dilakukan oleh para wanita agar bisa miliki tubuh langsing dengan melakukan diet. 

Namun sebenarnya,apa makna dari diet itu sendiri? Bagaimana dengan pandangan para ahli medis? Menjawab hal ini, Okezone pun bertanya langsung pada dr Dian Permatasari, M. Gizi, SpGK.

BACA JUGA:

“Diet untuk menguruskan badan khususnya itu intinya diet yang seimbang. Seimbang maksudnya, komposisi makanannya diatur, yakni antara karbohidrat, protein, dan lemak jadi setiap makan harus lengkap dan juga ukuran porsinya, ya dikurangi. Asupan proteinnya ambil dari protein hewani dan nabati, begitu juga dengan lemak ya lemak hewani misalnya daging ikan, putih telur, bisa juga daging ayam tanpa kulit. Bukan lemak dari goreng-gorengan,” papar dr Dian saat dihubungi Okezone, baru-baru ini.

Selain memperhatikan komposisi makanan, dr Dian juga menyarankan jika sedang berdiet maka sebaiknya menjauhi makanan yang manis-manis karena mengandung gula. Ditambah lagi, diet dari segi memperhatikan pola makan juga akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.

“Diet sehat tanpa olahraga ya percuma, harus tetap aktif bergerak loh. Tidak perlu olahraga yang langsung ekstrim, bisa diawali dengan olahraga yang tipenya low dan medium. Misalnya seperti jogging, bersepeda, aerobic, sampai zumba. Olahraga maka artinya dilakukan secara intens dan rutin, sebaiknya dilakukan lima kali dalam seminggu dengan hitungan durasi 30 menit,” paparnya.

Untuk aktivitas fisik, banyak orang awam yang menganggap bahwa naik turun tangga yang biasanya dilakukan ketika sedang menjalani aktivitas sehari-hari itu bisa masuk disebut sebagai olahraga.

“Naik-turun tangga itu tidak bisa dibilang olahraga loh, jadi tidak bisa dibilang sehari-hari sering naik-turun tangga berarti kan sama dengan rutin berolahraga, olahraga itu sendiri adalah sebuah aktivitas fisik yang intens,” tambahnya lagi.

Terakhir, dr Dian menyebutkan bahwasanya menjalani diet salah satunya diet untuk menurunkan berat badan maka faktor tekad alias niat itu menjadi faktor yang sangat penting.

“Intinya diet itu pastinya harus niat dan konsisten, enggak niat untuk diet mau melakoni sistem diet apapun enggak bakal berhasil. Buat goal atau tujuan, diet ini dilakukan utamanya untuk sehat karena memang obesitas kan rentan resiko terkena penyakit jantung sampai diabetes. Jadi tujuan utamanya adalah untuk sehat,” pungkas dr Dian.

BACA JUGA:

Sementara itu, disarankan sebelum menjalani diet ada baiknya untuk terlebih dahulu berkonsultasi pada dokter untuk bisa mendapatkan khasanah seperti apa pola diet yang cocok alias pas untuk dijalankan, berapa ukuran berat badan yang pas yang bisa dijadikan target, sampai soal berapa lama durasi waktu program diet ini harus dijalani.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini