OKEZONE WEEK-END: Diet Vegetarian, Berat Badan Cepat Turun Namun Bisa Kekurangan Zat Besi Hingga Zat Amino

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 16 September 2017 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 15 481 1776948 okezone-week-end-diet-vegetarian-berat-badan-cepat-turun-namun-bisa-kekurangan-zat-besi-hingga-zat-amino-SbstRSO4sR.jpg Ilustrasi vegan (Foto: Moneycrashers)

VEGETARIAN, pasti Anda sudah tidak asing lagi kan dengan kata ini. Jika mendengar kata vegetarian, biasanya yang terlintas di pikiran orang awam adalah orang-orang yang memilih untuk hanya menyantap sayur-sayuran alias tidak lagi mengonsumsi segala jenis daging.

Padahal, tipe dari vegetarian itu sendiri terdiri dari banyak kategori, sebagaimana dikutip Vegsoc, yang pertama ialah Lacto-Ovo vegetarian di mana tipe penganut ini dalam keseharian masih mengonsumsi segala jenis produk olahan susu dan juga telur, dan tipe ini disebutkan sebagai tipe diet vegetarian yang paling umum ditemui.

 BACA JUGA:

Lalu ada lagi jenis yang kedua, ialah Lacto vegetarians, di mana orang-orang yang masuk dalam tipe ini dalam keseharian masih menyantap segala produk olahan susu, namun berbeda dengan Lacto-Ovo yang masih mengonsumsi telur, tipe Lacto sama sekali menghindari telur. Kemudian yang ketiga, ada Ovo vegetarian yang bisa dibilang kebalikan dari tipe Lacto, karena tipe Ovo ini sama sekali tidak makan segala produk olahan susu namun mengonsumsi telur.

Lalu ada tipe yang terakhir, yakni Vegan yang mungkin bisa dibilang paling ketat karena tidak hanya mengonsumsi segala produk olahan susu dan telur, namun juga menghindari pemakaian segala sesuatu yang melibatkan hewan-hewan di dalamnya dalam menjalani gaya hidup sehari-hari.

Lalu jika bicara soal diet vegetarian, bagaimana diet vegetarian dari segi kedokteran alias medis? Sehubungan dengan hal ini, maka Okezone pun bertanya pada dr Dian Permatasari, M. Gizi, SpGK.

“Kalau diet vegetarian misalnya yang murni itu hanya konsumsi sayur-sayuran, nah diet bagusnya dengan masih adanya asupan protein hewani justru lebih bagus. Jika dibandingkan dengan diet regular yang seimbang, tentunya ada plus minusnya. Kelebihannya, memang berat badan akan turun lebih cepat, akan tetapi kekurangannya tubuh bisa kekurangan mulai dari zat besi hingga zat amino,” ungkap dr Dian saat dihubungi Okezone, baru-baru ini.

Lebih lanjut dr Dian mengungkapkan, tentunya diet vegetarian juga hadir dengan yang dinamakan yoyo effect. Yakni di mana suatu kondisi penurunan dan peningkatan berat badan, yang terjadi dalam waktu yang singkat.

“Kekurangannya sih ada yoyo-effect, berat badan memang cepat turun namun cepat naik lagi, nah saat naik lagi malah bisa lebih dari berat sebelumnya. Lain dengan diet seimbang, memang berat badan turun lebih lamban karena diet seimbang itu memang maksimal dalam sebulan bisa turun sekira 4 kilogram dan seminggu itu maksimal sekitar 1 kilogram saja. Namun sifatnya lebih long-lasting dan lebih sehat juga,” imbuhnya.

Sementara itu, perlu diketahui bahwa diet vegetarian dari segi medis yang lebih cenderung ke arah pola makan tentunya berbeda dengan diet ‘Vegan’ yang tidak hanya meliputi soal makanan namun juga gaya hidup alias lifestyle sehari-hari.

Lalu apa sih vegan ini? Maka dari itu, Okezone pun bertanya kepada Cininta Analen, sebagai seorang Vegan yang kebetulan juga bergabung dalam komunitas vegan yakni Vegan Society Indonesia, di mana ia biasa berbagi segala bentuk informasi mulai dari resep masakan, tempat makan, tips-tips, berita soal animal rights, hingga informasi soal produk-produk yang vegan friendly kepada sesama Vegan lainnya.

“Vegan itu semua, bukan cuma pola makan. Kalau yang hanya pola makan, namanya plant based diet. Vegan itu lebih holistik, intinya absen dari segala bentuk eksploitasi terhadap satwa,” papar Cininta saat dihubungi Okezone, belum lama ini.

BACA JUGA:

Mengacu pada penjelasan Cininta di atas, jadi bisa dibilang diet vegan itu tidak hanya mengonsumsi segala produk makanan hewani namun juga menerapkan pola hidup misalnya seperti tidak menggunakan segala produk yang di dalamnya menggunakan bulu binatang sebagai salah satu komponen. Mulai dari pakaian, kosmetik, dan barang-barang kebutuhan hidup lainnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini