nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Kandungan Lemaknya Rendah, Diet Kanguru Tak Masalah Dicoba para Vegan?

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 17 September 2017 05:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 15 481 1777025 okezone-week-end-kandungan-lemaknya-rendah-diet-kanguru-tak-masalah-dicoba-para-vegan-K3XrNSQm4k.jpeg Ilustrasi (Foto: Taste)

SALAH satu hal yang memengaruhi kesehatan seseorang adalah berat badan. Berat badan yang ideal memainkan peran penting agar tubuh tidak terkena penyakit. Untuk menjaga berat badan agar tetap ideal, cara yang bisa dilakukan adalah menerapkan pola gizi seimbang. Pada pola ini, seseorang harus memerhatikan asupan nutrisi yang diterima tubuh dan melakukan aktivitas fisik.

Dalam hal asupan nutrisi, tubuh harus menerima makanan yang mengandung makronutrien dan makronutrien. Makronutrien meliputi karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan kandungan mikronutrien adalah vitamin dan mineral.

Daging merah adalah salah satu makanan yang sering dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan makronutrien. Tapi, asupan daging merah pun harus dibatasi. Alasannya karena daging merah mengandung lemak yang cukup tinggi sehingga bila dikonsumsi secara terus-menerus bisa menyebabkan tingginya kadar kolesterol.

Baca Juga:

Tapi terkadang, timbul keinginan dalam diri seseorang untuk makan daging merah. Keinginan ini bisa disiasati dengan mengganti daging merah menjadi daging kanguru. Mengonsumsi daging kangguru merupakan hal rutin yang dilakukan oleh masyarakat Australia. Di sana daging kanguru dijual secara bebas dan banyak diolah untuk masakan.

Beberapa tahun lalu, sebuah komunitas di Australia sempat memproklamirkan diri sebagai pelaku diet Kangatarian. Sebutan tersebut dimaksudkan untuk memberi tahu bahwa mereka adalah pemakan daging kanguru. Biasanya mereka makan daging bersama dengan sayuran.

Dilansir dari BBC, Minggu (17/9/2017), komunitas tersebut mengatakan bahwa kandungan lemak pada kanguru lebih rendah bila dibandingkan dengan daging lain. Hal itu dikarenakan kanguru menghasilkan lebih sedikit metana dibanding hewan lain dan lebih ramah terhadap lingkungan. Untuk orang yang kadar kolesterolnya tinggi, mungkin daging kanguru bisa dijadikan pilihan.

Anda tidak perlu menunggu hingga kadar kolesterol tinggi bila ingin menjadi Katarian. Malah, diet jenis ini bisa membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Diet Kangatarian pada dasarnya adalah diet vegetarian namun yang membedakan adalah orang yang menjalankan diet tersebut diperbolehkan makan daging tapi hanya daging kanguru.

Seorang vegetarian memang cenderung lebih sehat dan mengeluarkan aroma tubuh berbeda bila dibandingkan dengan orang lain yang bukan vegetarian. Hal itu dikarenakan orang mengonsumsi lebih banyak serat yang bisa membantu pencernaan. Daging kanguru dirasa tidak akan mengganggu pola makan seorang vegetarian karena kandungan lemaknya cukup rendah.

Baca Juga:

Pada awal kepopuleran diet Kangatarian, banyak yang tidak setuju karena kanguru adalah hewan khas Australia. Akan tetapi, tahun lalu pemerintah Australia meminta warganya untuk memakan daging kanguru yang lebih banyak lagi. Hal itu dikarenakan adanya data pemerintah yang menunjukkan populasi kanguru di Australia jumlahnya hampir mencapai 45 juta ekor di mana jumlah tersebut hampir dua kali lebih banyak dibanding penduduk Australia. Padahal, di tahun 2010 jumlah kanguru hanya ada 27 juta.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Australia berencana melakukan pemusnahan secara manusiawi. Itulah alasannya mengapa pemerintah meminta penduduk mengonsumsi daging kanguru yang lebih banyak agar tidak terbuang sia-sia. Sebab, kebanyakan bagian yang dimanfaatkan dari kanguru adalah kulitnya untuk kemudian dijual atau diekspor.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini