nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BACKPACKER DIARY: Serunya Menjelajahi Amsterdam dengan Bersepeda, Kota Paling Ramah Sepeda di Dunia (Bagian 2-Habis)

Dada Sathilla, Jurnalis · Sabtu 16 September 2017 18:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 16 406 1777341 backpacker-diary-serunya-menjelajahi-amsterdam-dengan-bersepeda-kota-paling-ramah-sepeda-di-dunia-bagian-2-habis-1C72ErUbNi.jpg Sabra Sathilla dari Amsterdam (Foto: Dada/Sathilla/Okezone)

Di belakang museum Van Gogh rupanya ada taman hijau yang lumayan luas. Taman ini menjadi salah satu tempat hang out favorit warga dan turis.

Baca Juga:

BACKPACKER DIARY: Serunya Menjelajahi Amsterdam dengan Bersepeda, Kota Paling Ramah Sepeda di Dunia (Bagian 1-Bersambung)

Saya dan teman lalu memutuskan nongkrong sebentar disini. Di sekitar taman Van Gogh juga ada supermaket Albert Heijn yang merupakan jaringan supermarket terbesar di Belanda.

Dari museumplein saya kembali mengayuh sepeda melewati kanal - kanal Amsterdam. Kota ini memiliki 3 kanal yang disebut Herengracht (kanal para lords), Keizersgracht (kanal kaisar) dan Prinsengracht (kanal pangeran). Ketiga kanal ini dikenal sebagai Grachtengordel.

Kanal - kanal yang dibangun sejak abad ke-17 ini tercatat sebagai UNESCO World Heritage List. Dari jembatan saya melihat beberapa orang asyik melintasi kanal dengan perahu. Turis juga bisa ikut berperahu di kanal - kanal Amsterdam yang ikonik ini.

Pegal karena terus bersepeda, saya dan teman beristirahat sejenak di sebuah alun - alun yang disebut Rembrandtplein. Alun - alun ini dinamakan berdasar nama pelukis Belanda dari abad ke-17, Rembrandt, yang terkenal dengan karyanya The Night Watch. Di alun - alun ini terpajang patung Rembrandt dan juga patung - patung tembaga kecil yang menceritakan karya Rembrandt The Night Watch.

Hari sudah menjelang petang ketika saya dan teman memutuskan beranjak menuju Vondelpark yang berada di dekat Museumplein. Vondelpark adalah taman tertua dan terbesar di Amsterdam.

Taman terpopuler di Belanda ini telah berusia lebih dari 150 tahun. Kami bersepeda mengelilingi taman yang saking luasnya mirip dengan hutan ini. Di dalam Vondelpark terlihat turis maupun warga yang sedang asyik piknik, bermain bola dengan keluarga, lari, jalan - jalan dengan anjing peliharaan maupun bermalas - malasan di atas rumput. Vondelpark juga memiliki fasilitas playground untuk anak - anak dan juga restoran.

Taman seluas 45 hektar ini dinamakan berdasar nama penyair terkenal Belanda, Joost Van Den Vondel yang patungnya bisa ditemukan di dalam taman. Vondel park didesain oleh arsitek Jan David Zocher yang juga mendesain taman bunga tulip Keukenhof. Saat musim panas konser musik gratis sering digelar di Vondelpark, tapi karena saya kesana saat musim semi maka saya tak menjumpai adanya konser.

Hari sudah berubah gelap ketika saya keluar dari Vondel park. Dengan sepeda saya menuju Dam square atau alun - alun kota. Area ini merupakan pusat bersejarah di Amsterdam. Dinamakan Dam Square mengacu pada lokasinya yang berada di bendungan di sungai Amstel. Sebagai lokasi turis yang populer di Amsterdam, Dam Square masih dipenuhi oleh turis meski malam telah tiba.

Alun - alun kota Amsterdam ini bernuansa abad pertengahan dengan adanya ubin batu besar. Disini berdiri dengan anggun Royal Palace yang dulu merupakan tempat tinggal keluarga kerajaan dan kini berfungsi sebagai balai kota. bangunan bergaya neo klasik ini bercahaya kuning emas saat malam hari.

Satu monumen bersejarah lainnya yang berada di Dam Square adalah National Monument atau monumen nasional. Monumen berwarna putih ini didirikan para tahun 1955 untuk memperingati para korban perang dunia kedua. National Monument didesain oleh J.J.P. Oud.

Para wisatawan juga bisa mengunjungi beberapa bangunan terkenal dan bersejarah di area ini seperti Nieuwe Kerk yang berarti new church atau gereja baru, museum lilin Madame Tussaud, dan departemen store papan atas De Bijenkoft. Puas memandangi keindahan arsitektur gedung dan monumen bersejarah disini, saya dan teman kembali mengayuh sepeda ke arah utara melewati Amsterdam Centraal. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Saatnya beristirahat sebelum kembali melanjutkan petualangan di Amsterdam keesokan harinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini