Si Kecil Takut Badut dan Suara-Suara Menyeramkan, Apa Alasannya?

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 19 September 2017 05:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 18 196 1778476 si-kecil-takut-badut-dan-suara-suara-menyeramkan-apa-alasannya-Z29mwVGD2R.jpg Ilustrasi takut badut (Foto: Andaluspress)

KETAKUTAN masa kecil sering kali mengendap di kepala anak-anak hingga terbawa hingga mereka dewasa. Mulai dari takut gelap, takut menghadapi orang asing, hingga takut dengan manusia bertopeng dan badut.

Ketika orang asing ada di sekitar bayi berusia 0-2 tahun, mereka yang sedang mengantuk pun mengetahui. Bayi lebih memilih orangtuanya karena tidak mengenali siapa orang asing itu. Namun sebenarnya kecemasan sudah bisa dirasakan anak ketika mereka mulai bisa menendang di janin saat usia kandungan 6-8 bulan.

 BACA JUGA:

Psikolog Dawn Huebner, Ph.D., penulis Outsmarting Worry menyebut kecemasan atau ketakutan yang dihadapi anak adalah hal baik. Sebab anak menjadi lebih mampu merayap secara fisik, merangkak, atau menjauh untuk waspada terhadap orang asing sehingga dia tidak melangkah terlalu jauh.

“Sebagian besar balita tumbuh dan melewati tahap ini pada usia 2 tahun, mereka cenderung menempel dengan orangtua saat orang asing berada di sekitar,” kata Dr. Huebner seperti dilansir Parents, Senin (18/9/2017).

Ia menambahkan, bayi tidak memiliki sistem sensorik yang berkembang sepenuhnya, jadi suara yang mendadak terdengar atau keras di sekitar mereka akan membuat terkejut dan menangis.

“Misalnya, flushing toilet umum, guntur, dan alarm mobil adalah pelanggar klasik. Kebisingan, dan respons tubuh mereka terhadap suara-suara itu juga terjadi secara fisik yang membuat tidak nyaman, bahkan untuk balita, jelas psikolog anak Tamar Chansky, Ph.D., penulis buku Freeing Your Child From Anxiety.

Setelah satu atau dua ketakutan, seorang anak dapat mengasosiasikan sensasi yang tidak menyenangkan ("Terlalu keras! Sakit!"). Mereka mulai merasa takut bahkan sebelum masuk ke restoran yang bising.

“Seperti perayaan 31 Oktober (Helloween) lebih banyak sulap daripada hiburan. Kostum dan masker bisa sangat membingungkan anak-anak," kata Dr. Chansky. Konstum yang dipakai membuat anak takut karena mereka tak pernah mengenali sebelumnya. Bagi anak-anak itu tampak bahaya.

Cara mengatasinya adalah ingat kata kuncinya adalah kenyamanan. "Bayi atau balita masih mengembangkan keterikatan yang aman dan benar-benar perlu dia ketahui. Orangtua perlu ada disampingnya untuk membuat di kecil merasa nyaman," kata Janine Domingues, Ph.D., seorang psikolog klinis Anak di Mind Institute, New York City,

 BACA JUGA:

Jadi buatlah anak merasa nyaman dan menenangkannya ketika gelisah dengan cara apa pun yang paling sesuai. Seperti memeluk, menepuk, menggoyang, dan berkata, "Semuanya baik-baik saja. Mommy ada di sini.”

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini