nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UNIK! Bukan Sekolah Biasa, Muridnya Nenek-Nenek Semua

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 19 September 2017 07:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 19 196 1778622 unik-bukan-sekolah-biasa-muridnya-nenek-nenek-semua-i5pGto7ASG.jpeg

PENDIDIKAN adalah hak bagi setiap orang tanpa terkecuali. Di India ada sebuah sekolah yang memiliki pemandangan tidak biasa. Pemandangan tersebut dapat membuat siapapun yang melihatnya berdecak kagum dan haru.

Sebuah sekolah biasanya berisi anak-anak yang belajar sesuai dengan jenjang. Namun, hal tersebut sudah amat biasa. Pasalnya, India memiliki sebuah sekolah khusus. Dikatakan khusus karena dalam satu kelas hanya diisi oleh para manula.

Ya, sekolah hanya boleh diikuti oleh para manula alias nenek-nenek yang telag berusia sekiar 60 tahun lebih. Sekolah khusus nenek yang bernama Aajibaichi Shaala ini tentunya bukanlah sekolah biasa. Di Aajibaichi Shaala, para nenek diajarkan untuk membaca.

Para peserta yang sudah tidak lagi muda tersebut, ternyata tidak merasa kecil hati karena baru belajar membaca. Hal ini terbukti dari ujaran yang dikatakan oleh salah satu murid sekolah Aajibaichi Shaala, yaitu Kamal Keshavtupange.

(Baca juga: Unik! Siswi Asal Bantul Ini Namanya 'N' dan Tetap Pede Sekolah)

“Saya senang pergi ke sekolah meski lutut saya sakit karena tidak bisa duduk terlalu lama di lantai, tapi tidak msalah, saya tetap pergi ke sekolah setiap hari” ucapnya seperti yang dikutip dari Wide Rimage, Selasa (19/9/2017). Nenek yang berusia 60 tahun tersebut bermukim di sebuah desa yang berjarak sekira 120 kilometer di sebelah timur Kota Mumbai.

Dengan adanya sekolah yang berada di Desa Fangane tersebut, berhasil meningkatkan sekira 65 persen wanita yang bisa baca-tulis dengan pria yang sebesar 82 persen, menurut laporan pada 2011. Bangunan sekolah yang cukup sederhana ini, sama sekali tidak menyurutkan semangat dan antusias para nenek untuk terus belajar.

Bangunan sekolah yang hanya terbuat dari susunan kayu dan beratap jerami, jadi ruangan paling nyaman bagi mereka untuk belajar. Dalam sekolah yang hanya memiliki satu ruangan tersebut, nenek-nenek dari sekitar Fangena dapat belajar pada sore hari yang berjalan selama enam hari dalam satu minggu. Setiap pertemuan, sekolah dilakukan selama dua jam lamanya.

(Baca Juga: Heboh! Dianggap Unik, Siswa TK di Jerman Bawa Bom ke Sekolah)

Waktu sore hari dipilih, agar para peserta yang sudah lanjut usia dan memiliki kesibukan lain, seperti di sawah, pekerjaan rumah tangga, ataupun pekerjaan lainnya dapat menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu sebelum menghadiri kelas.

Tradisi di India yang masih sangat kental dan membalut warganya tersebut, juga jadi salah satu faktor yang membuat tingkat melek huruf pada kaum Hawa lebih rendah dibandingkan laki-laki.

Para pakar dan peneliti pendidikan mengungkapkan, ketidaksetaraan gender antara perempuan dan laki-laki yang membuat laki-laki selalu di atas perempuan dan perkawinan anak-anak, jadi alasan utama rendahnya tingkat pendidikan para perempuan.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini