nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Galaunya Wanita Masa Kini, Bekerja Atau di Rumah? Nih, Solusi yang Bikin Bahagia dari Psikolog

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Selasa 19 September 2017 19:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 19 196 1779122 galaunya-wanita-masa-kini-bekerja-atau-di-rumah-nih-solusi-yang-bikin-bahagia-dari-psikolog-yTzuNYEkpp.jpg

SETIAP perempuan pasti memiliki minat dan cita-cita yang sudah dibayangkan bahkan sejak masih kecil. Tapi nyatanya banyak yang passion-nya tidak tersalurkan karena keterbatasannya waktu dan karena tanggung jawab yang sudah diemban. 

Menurut Ratih Ibrahim, Psikolog Anak dan Keluarga, semua orang terutama perempuan banyak yang mengalami kegalauan sehingga seolah susah mewujudkan passion-nya padahal itu adalah hal yang menjadi mimpinya sejak lama. Banyak yang beralasan terbentur dengan tanggung jawab sebagai istri atau sebagai ibu, padahal semua orang berhak mewujudkan passion-nya.

"Ini sebenarnya isu klasik. Perempuan banyak bingung antara bekerja atau tidak bekerja. Kalau kerja, urusan rumah gimana lalu anak-anak siapa yang urus, suami gimana. Sementara kalau enggak kerja galau setiap hari di rumah, bosan. Padahal hal seperti ini bisa diakali, apalagi sekarang zaman millennial," kata Ratih saat ditemui di acara Ibu Bersinar Sunlight di Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Lebih lanjut masalah klasik ini semakin menjadi masalah tatkala perempuan sudah menikah, karena ada status dan tanggung tanggung jawab baru yang harus diembannya. Kadang kala kesibukan mengurus ini itu membuat perempuan lupa kalau mereka juga punya passion yang sebenarnya tidak harus terkubur dalam. 

"Faktanya, perempuan yang bekerja atau sudah menikah banyak yang melupakan kepentingan sendiri. Karakter perempuan itu kalau sudah sudah sayang sama orang atau sesuatu, mereka akan give her self. Semuanya akan dicurahkan untuk orang yang disayang, sampai-sampai lupa dia juga punya kepentingan," lanjut Ratih. 

Perempuan ramah yang murah senyum ini justru menegaskan setiap perempuan harusnya memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk melakukan passionnya. Dengan melakukan apa yang disukai, siapapun pasti otomatis semakin lebih bahagia dan makin memancarkan aura positif. 

Dalam hal ini, Ratih menegaskan untuk melakukan hal yang disuka, tidak perlu menyisihkan waktu banyak. Cukup sisihkan waktu sebentar tetapi dilakukan secara konsisten dan kontinyu. 

"Misalnya suka menulis, geluti saja menulis 15 menit setiap hari. Gitu juga buat yang hobi bikin kue, sisihkan 15 menit buat baca-baca buku resep sampai nanti kalau ada waktu panjang bisa dipraktekkan. Semua orang punya hak untuk mewujudkan passionnya," tegas Ratih. 

Untuk memaksimalkan proses mewujudkan passion ini, Ratih menyarankan untuk mengenal potensi diri terlebih dulu. Jangan sampai kegiatan yang seharusnya berjalan penuh kebahagiaan justru membuat pikiran semakin kalut karena hasilnya tidak sesuai harapan. 

"Pertama intinya harus pahami potensi diri kemudian maksimalkan keterbatasannya ini. Optimalkan apa yang bisa dilakukan," tambahnya. 

Mewujudkan passion dengan melakukan hal yang disuka ternyata jadi hal penting karena kebahagiaan membuat hati tenang. Efek positif, perempuan bahagia pasti akan terlihat lebih cantik dan menyenangkan. Perempuan yang bahagia akan bersinar membawa sinarnya ke rumah dan lingkungan sekitarnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini