nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benteng Tua Sindulang, Situs Bersejarah Peninggalan Jepang yang Kian Terabaikan

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 20 September 2017 05:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 19 406 1778995 benteng-tua-sindulang-situs-bersejarah-peninggalan-jepang-yang-kian-terabaikan-ccXQcwA04a.jpg

MANADO - Banyak situs-situs bersejarah di Kota Manado yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah, salah satunya Benteng Tua yang berada di kelurahan Sindulang 1 Lingkungan 5, Kecamatan Tuminting.

BACA JUGA:

Dari penelusuran yang dilakukan oleh okezone.com, kondisi benteng yang terletak di atas bukit ini selain sudah hancur dan tidak terawat, lokasi sekitar benteng sudah dijadikan tempat sampah. 

Menurut keterangan warga sekitar, Benteng ini dibangun oleh tentara Jepang. Benteng yang menghadap langsung ke laut Manado ini pada masa itu menjadi salah satu benteng yang strategis di waktu itu. Benteng itu dijadikan pos atau benteng pertahanan tempat pasukan memantau situasi laut dari serangan musuh.

Foto: subhan/okezone

Di bawah benteng terdapat sebuah goa, sayangnya goa tersebut sudah tertutup tanah sehingga tidak ada lagi akses masuk ke dalam goa.

"Goa ini menjorok ke bawah, menuruni anak tangga dengan ke dalaman sekitar 10 meter, di dalamnya ada terowongan memanjang yang memiliki akses tembusan ke goa lain yang ada di seputaran kecamatan Singkil dan Tuminting, namun saya belum pernah mencoba sampai tembus," ujar Lakoro (50), warga sekitar kepada okezone.com.

Dahulu menurut Lakoro goa tersebut masih bisa dimasuki, dan menjadi tempat bermain mereka semasa kecil. Terowongan itu terbuat dari beton, di dalamnya terdapat kamar-kamar dengan pintu yang terbuat dari baja.

"Di dalam ada tempat tidur dan banyak terdapat alat perang peninggalan Jepang seperti senjata dan granat," lanjut Lakoro.

Beberapa waktu lalu pernah ada dua orang yang masuk ke dalam goa dengan maksud mencari harta karun, namun keduanya tidak bisa menemukan pintu keluar goa, nanti benda- benda yang diambil mereka ditinggalkan barulah mereka bisa keluar dari goa itu. 

BACA JUGA:

"Keduanya konon ketika pulang ke rumah menderita sakit dan akhirnya meninggal dunia. Atas dasar itulah akhirnya warga sekitar sepakat untuk menutup pintu masuk ke goa itu untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," jelas Lakoro

Terowongan di bawah benteng itu memiliki beberapa akses tembusan. Dari keterangan warga sekitar, ada satu goa yang tembus di Kelurahan Sindulang 1, Dua goa yang tembus di kelurahan Singkil 1, satu goa tembus di Kelurahan Kombos Barat dan satu di Kelurahan Cereme.

Sayangnya saat berusaha melakukan pencarian, ada tiga pintu tembusan yang sudah tertutup longsoran dan ada yang ditutup warga karena sudah masuk dalam pekarangan rumah mereka, yakni yang berada di kelurahan Singkil 1, Sindulang Satu, Kombos Barat dan Sindulang 1. sementara dua tembusan lainnya yang berada di Kelurahan Cereme dan Singkil 1 masih bisa dimasuki, sayang akses masuk ke dalam cukup sulit.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini