nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

18 Seniman Indonesia Beraksi dalam Pameran International Art Biennale di Beijing

Prabowo, Jurnalis · Rabu 20 September 2017 07:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 19 406 1779041 18-seniman-indonesia-beraksi-dalam-pameran-international-art-biennale-di-beijing-DsPIK8Zvve.jpg Foto: prnewsire

PAMERAN seni rupa dan patung ke tujuh di Beijing International Art Biennale (BIAB) bakal berlangsung pada 24 September hingga 15 Oktober 2017 nanti. Perhelatan dua tahun sekali itu memberi ruang khusus seniman dari negara-negara di luar China.

Seniman yang juga Ketua Indonesia China Art Association (ICAA), Yince Djuwita mengatakan, terdapat sekitar 300 seniman yang berasal dari 103 negara dari lima benua. Indonesia menjadi salah satu dari sekian banyak negara yang unjuk gigi dalam pameran itu.

BACA JUGA:

"Saya salah satu dari 18 seniman yang mengikuti pameran dari Indonesia. Seniman dari Yogyakarta cukup banyak karena ada delapan seniman, yang lain dari berbagai wilayah seperti Bali, Bandung, dan lainnya," katanya beberapa waktu lalu.

Ia mengaku masyarakat dari negeri tirai bambu banyak yang menyukai karya-karya seni yang dibuat seniman tanah air. Sebab, ekspresi, alur cerita, kebebasan dan warna hasil karya dari seniman Indonesia lebih berani dibanding negara lain.

"Kami berharap dengan pameran ini nanti bisa menjadi salah satu media bagi seniman tanah air untuk go internasional. Karya-karya seniman kita luar biasa bagus dan itu butuh ruang pameran di luar negeri," tandasnya.

BACA JUGA:

Tim kurator seniman dari Indonesia, Kuss Indarto mengatakan tema yang diambil dalam pameran itu 'silk road and world's civilization' -jalan sutra dan pemberadaban dunia-. Tema yang menantang itu tak hanya bagi seniman China, tapi bagi seluruh seniman yang mengikuti pameran.

"Masing-masing negara mendapat ruang untuk special exhibition bebas untuk menafsirkan tema utama. Kita dari Indonesia memberi tema pada pameran ini 'crossing current' atau arus persimpangan," katanya.

Wilayah nusantara, kata dia, sudah berabad-abad menjadi perlintasan berbagai kebudayaan dunia, termasuk dari China, India, dan lainnya. Jalan sutra lewat jalur laut pernah dilakukan China ratusan tahun lalu, yang otomatis telah memberi sumbangan kekayaan budaya di banyak tempat nusantara.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini