nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neha Arora, Keluar dari Perusahaan Ternama demi Mendirikan Tempat Travelling untuk Penyandang Disabilitas

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 19 September 2017 19:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 19 406 1779111 neha-arora-keluar-dari-perusahaan-ternama-demi-mendirikan-tempat-travelling-untuk-penyandang-disabilitas-oct1g3hlf9.jpg Foto: Independent

HAMPIR setiap orang memiliki keinginan untuk bepergian ke suatu tempat wisata. Bahkan tak sedikit orang yang ingin pergi ke luar negeri. Walau begitu, tidak semua orang dapat mewujudkan impian tersebut. Selain karena masalah biaya ataupun waktu yang tidak memungkinkan, keterbatasan fisik juga seringkali menjadi penghalang seseorang untuk berlebihan.

Coba perhatikan, berapa banyak tempat wisata yang yang menyediakan akses untuk kursi roda atau orang-orang tuna netra? Rasanya masih sedikit sekali atau bahkan tidak ada. Neha Arora merasakan pengalaman tidak menyenangkan ini sewaktu kecil. Neha terlahir dari orangtua yang memiliki keterbatasan fisik. Dia sebenarnya senang bepergian, hanya saja dia merasa tidak mungkin meminta kedua orangtuanya menemani saat mengunjungi suatu tempat.

Akses yang sulit untuk orangtuanya membuat Neha berpikir dua kali untuk bepergian karena takut tidak menikmatinya. Terlebih dia tinggal di India yang destinasi wisatanya belum ramah terhadap orang-orang penyandang disabilitas. Neha baru bisa menikmati liburannya ketika ada acara sekolah ataupun saat diajak kakek neneknya pergi.

Berdasarkan pengalaman masa kecilnya tersebut, Neha mulai berpikir untuk mendirikan suatu tempat yang bisa diakses oleh orang-orang disabilitas. Dia yakin banyak orang di luaran sana yang tidak bisa bepergian karena memiliki keterbatasan fisik. Neha pun mendirikan Planet Abled di awal 2016 yang berkonsep “Universal Design”.

Bukan hal yang mudah bagi Neha untuk mendirikan tempat tersebut. Sebelumnya ia harus berbicara dengan orang-orang yang memiliki keterbatasan guna memahami kebutuhan mereka.

“Untuk memberi mereka pengalaman perjalanan yang memuaskan, saya harus memahami ketakutan dan kecemasan mereka. Saya perlu mencari tahu apa yang membuat mereka menghentikan langkahnya untuk sebuah perjalanan,” tutur Neha seperti yang dikutip dari Independent, Selasa (19/9/2017).

Setelah melewati beberapa perbincangan, Neha tahu bahwa kebanyakan orang-orang tersebut merasa kesulitan karena tidak adanya fasilitas dasar seperti toilet untuk penyandang disabilitas dan kursi roda hingga sikap tidak simpatik dari orang asing saat bepergian. Butuh bertahun-tahun bagi Neha untuk mempersiapkan tempat berkunjung yang bisa dinikmati oleh banyak orang termasuk penyandang disabilitas.

BACA JUGA:

Keputusan berani pun diambil Neha. Dia keluar dari pekerjaannya di salah satu perusahaan ternama, Adobe dan mulai membangun Planet Abled. Dia ingin tempat tersebut bisa memberikan kebebasan untuk orang-orang penyandang cacat agar bisa bepergian dan meninggalkan hambatan sosial serta kekhawatiran tentang kemampuan mereka.

Usahanya tersebut tidak sia-sia. Hingga saat ini, tempat yang didirikannya telah dikunjungi lebih dari 100 wisatawan dari berbagai dunia dengan beragam keterbatasan fisik. “Di Planet Abled, kami mendorong orang-orang disabilitas untuk mengikuti tur kelompok guna mengalami jenis perjalanan baru.” Kata Neha.

Di tempat tersebut, wisatawan dari berbagai kalangan usia bisa menikmati perjalanan arung jeram dan yang paling terkenal adalah kesempatan orang tuna netra untuk melintasi Sungai Gangga.

BACA JUGA:

Bagi Neha, travelling bukanlah hak istimewa, melainkan hak asasi manusia.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini