nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Peningkatan Penyakit Radang Selaput Otak, Kaum Muda Perlu Disuntik Vaksin Meningitis saat Masuk Kuliah

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 19 September 2017 13:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 19 481 1778790 cegah-peningkatan-penyakit-radang-selaput-otak-kaum-muda-perlu-disuntik-vaksin-meningitis-saat-masuk-kuliah-0UNhrGttkM.jpg Ilustrasi (Foto: Express)

SETIAP individu memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit. Malah tak jarang penyakit yang diderita adalah penyakit yang baru didengar atau mematikan. Salah satu jenis penyakit yang mematikan adalah meningitis. Penyakit ini menyerang membran otak dan bisa melumpuhkan fungsi otak. Beberapa kasus malah menyebabkan kematian.

Meningitis adalah infeksi pada membran pelindung yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Gejala dari penyakit ini meliputi sakit kepala, muntah, nyeri tungkai, demam, serta tangan dan kaki yang menjadi dingin. Tak jarang terjadi kerusakan ruam pada leher. Bila seseorang terinfeksi penyakit ini, dia membutuhkan perawatan medis secepatnya.

Selama beberapa tahun terakhir, kasus meningitis terus mengalami peningkatan. Hal itu dikarenakan meningitis adalah penyakit menular. Tapi sayangnya banyak orang yang berpikir sebaliknya sehingga kurang waspada terhadap penyebaran penyakit ini.

Sebenarnya vaksin untuk meningitis sudah ditemukan dan bisa diterima oleh siapa saja. Sebagai contoh ketika umat Muslim hendak melakukan perjalanan haji atau umroh, pasti mereka harus mendapatkan vaksinasi meningitis. Seperti yang diketahui, pemberian vaksin berguna untuk mencegah terjadinya penyakit.

Sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan pemberian vaksinasi meningitis seharusnya sudah diterima oleh anak muda yang hendak berkuliah. Namun yang terjadi adalah hanya sepertiga siswa lulusan sekolah yang menerima vaksin. Hal itu dikarenakan kurangnya kesadaran diri.

Data menunjukkan , hanya ada 33% remaja berusia antara 14-18 tahun yang berpikir vaksin meningitis dibutuhkan di sekolah atau universitas. Lalu sebanyak 29% remaja lainnya mempercayai anggapan yang salah yaitu meningitis tidak mengurang. Sedangkan 29% lainnya malah tidak mengetahui tentang penyakit meningitis.

Melalui penelitian yang dibiayai oleh Meningitis Research Foundation and the Confederation of Meningitis Organizations tersebut, peneliti ingin memperingatkan agar para anak muda segera menerima vaksinasi meningitis agar bisa menyelamatkan nyawa mereka. Idealnya pemberian vaksin adalah dua minggu sebelum perkuliahan dimulai.

Hal ini juga bisa menjadi perhatian bagi anak-anak muda Indonesia yang hendak melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk menerima vaksinasi meningitis. Sebab, penyebaran bakteri penyakit tersebut bisa terjadi di mana saja. Demikian seperti yang dilansir dari Express, Selasa (19/9/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini