nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TAHUN BARU ISLAM: Penjelasan Gamblang Perbedaan Antara Tahun Masehi dengan Tahun Hijriah

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Kamis 21 September 2017 05:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 20 196 1779711 tahun-baru-islam-penjelasan-gamblang-perbedaan-antara-tahun-masehi-dengan-tahun-hijriah-5hndwAkwW6.jpg Tahun baru Islam (Foto:Pixabay)

SECARA global, kalender yang digunakan sebagai penunjuk tanggal adalah kalender tahun Masehi. Sementara itu ada perhitungan kalender lain misalnya kalender yang digunakan umat Muslim yakni kalender Hijriah.

Mungkin banyak yang bertanya apa bedanya antara perhitungan tanggal dalam kalender Masehi dan kelender Hijriah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut Okezone ulas secara lengkap bagaimana sejarah, asal usul hingga perhitungan tanggalnya.

Perayaan tahun baru Masehi sebenarnya adalah salah satu perayaan hari suci umat Kristen namun kenyataannya tahun baru ini dijadikan sebagai tradisi global yang bahkan ditetapkan sebagai hari libur Nasional untuk semua warga dunia. Menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari.

BACA JUGA:

Galaunya Wanita Masa Kini, Bekerja Atau di Rumah? Nih, Solusi yang Bikin Bahagia dari...

Memberikan Nama Anak, Jangan Hanya Ikut Tren! Orangtua Harus Pertimbangkan...

Kalender masehi merupakan salah satu sistem penanggalan yang dibuat berdasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari. Perhitungan penanggalannya dimulai sejak kelahiran Nabi Isa Almasih as. Ini juga alasan kenapa akhirnya disebut sebagai tahun Masehi yang berasal dari kata Masehi. Nama lain kalender ini adalah kalender Milladiah yang artinya kelahiran.

Dalam kalender Masehi, 12 nama bulannya diadopsi dari nama Dewa, Dewi dan beberapa bahasa Latin. Misalnya Februari dari nama Dewa Februs, Maret dari nama Dewa Mars, April dari nama Dewi Aprilis dan lain sebagainya.

Sementara itu beda lagi ceritanya dengan kalender tahun Hijriah. Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Beberapa sahabat nabi mengusulkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada juga yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem kalender Hijriah adalah papirus yakni dokumen di Mesir yang mencantumkan tahun 22 H.

BACA JUGA:

Larangan Menzalimi Diri Sendiri pada Bulan Muharam, Ini Ayatnya!

Lucuuu! Diajak Honeymoon di Rumah Saja, Kahiyang Ayu: "Wuenak Sajaaaa......"

Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari dalam sebulan berkisar 29 hingga 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran surat At-Taubah ayat 36.

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” At Taubah ayat 36.

Dalam kalender Hijriah, 12 bulan yang ada dimulai dari bulan Muharram, Shafar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syaban, Ramadan, Syawal, Zulqaidah dan Zulhijjah. Sementara untuk penyebutan Hari dalam kalender Islam antara lain Ahad, Itsnayn, Tsalaatsa, Arba'aa, Khamsatun, June's dan Sabat. Berbeda dengan penyebutan hari dalam kalender Masehi yakni Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini