nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TAHUN BARU ISLAM: Sudah Tahu Belum, Ternyata Arab Saudi Sudah Tak Gunakan Penanggalan Hijriah sejak 2016, Lho!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 21 September 2017 09:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 20 196 1779893 tahun-baru-islam-sudah-tahu-belum-ternyata-arab-saudi-sudah-tak-gunakan-penanggalan-hijriah-sejak-2016-lho-XfXfRUdvGU.jpg Ilustrasi (Foto: Alwaght)

SEBAGAI Negara dengan mayoritas penduduk Islam, tidak heran jika Arab Saudi sampai menggunakan hukum Islam bagi negaranya. Tak terkecuali pada kehidupan bernegaranya. Sebut saja penanggalan negaranya.

Arab Saudi dari awal terbentuk menganut sistem penanggalan hijriah. Di mana, sistem penanggalan itu memang berpatokan pada landasan hukum Islam. Nah, tapinya pada 1 Oktober 2016, ternyata Negara Islam itu mengubah peraturan tersebut.

Ya, Arab Saudi secara resmi tidak lagi menggunakan tanggalan hijriah. Pemerintah setempat mengubahnya menjadi penanggalan Masehi. Kenapa bisa begitu?

Dilansir dari Independent, keputusan penggantian tanggalan Hijriah menjadi Masehi ternyata disepakati dalam rapat kabinet yang digelar pertengahan September tahun lalu. Dengan perubahan penggunaan kalender itu, maka berbagai hal seperti pembayaran gaji, tunjangan, dan berbagai jenis pembayaran harus menyesuaikan dengan sistem penanggalan baru.

Perlu Anda ketahui bahwa jumlah hari di tanggalan Hijriah itu lebih sedikit 11 hari dibandingkan dengan Masehi. Karena itu juga, salah satu yang terdampak adalah perubahan tanggalan penerimaan gaji para pegawai negeri. Bisa dikatakan, gajinya lebih sedikit dari yang biasanya mereka terima.

Faktor utama dari perubahan kalender ini diketahui adalah diterbitkannya keputusan penghematan anggaran yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi. Di mana, keputusan itu keluar pun gara-gara terus merosotnya harga minyak dunia.

Di dalam paket penghematan itu, tertera penundaan dan perubahan gaji pegawai negeri, termasuk menunda pembayaran bonus tahunan. Dalam paket penghematan itu juga dijelaskan bahwa semua gaji pegawai negeri dipangkas hingga 20 persen, sedangkan anggota Dewan Syura mengalami pemangkasan gaji hingga 15 persen.

Selain masalah pemangkasan gaji, akibat lain dari penggunaan kalender Masehi ini adalah jumlah hari libur dalam setahun bagi pegawai negeri, di mana hari liburnya dari 42 hari menjadi 36 hari.

Sementara itu, perlu Anda tahu bahwa setidaknya ada 5 keputusan pemerintah yang mengubah kehidupan Arab Saudi mulai tahun 2017. Termasuk soal perubahan kalender ini dan pemotongan gaji.

Setelah itu, terhitung sejak 2 Oktober 2016, tarif visa single entry ke negara itu menjadi 2.000 riyal atau sekira Rp7 jutaan. Tapi bagi yang baru pertama kali berkunjung, termasuk yang menjalani ibadah haji atau umrah, tak dikenakan visa.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini