nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menantang Maut, Kompetisi di China Mengharuskan Peserta Loncat dari Tebing Terbang seperti Burung

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 20 September 2017 10:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 20 406 1779468 menantang-maut-kompetisi-di-china-mengharuskan-peserta-loncat-dari-tebing-terbang-seperti-burung-vhQ8FKsfWd.jpg World Wingsuit Championship di China (Foto: Theglobeandmail)

SEBUAH kompetisi yang tidak biasa digelar di Negeri Tirai Bambu. Kompetisi tersebut membutuhkan pesertanya membuang rasa takut jauh-jauh. Bahkan, kompetisi ini bisa dibilang hanya boleh diikuti oleh orang-orang yang sudah tidak lagi memiliki rasa takut. Penasaran?

Ya, World Wingsuit Championship namanya. Kompetisi yang rutin diadakan tiap tahun di China tersebut mengharuskan pesertanya untuk melompat dan melayang bebas di jurang. Para peserta yang berasal dari berbagai negara di dunia itu melayang di udara dengan tenang, padahal mereka sedang berhadap-hadapan pada kematian.

Para peserta berkumpul di Kota Zhangjiajie tepatnya di sebuah puncak tebing. Tinggi tebing yang harus dilewati oleh peserta yang berjumlah 16 orang tersebut sekira 1458 meter di atas permukaan laut. Bisa Anda bayangkan, para peserta yang harus melayang itu, jika sudah melompat pasti seperti titik kecil bila terlihat dari kejauhan.

Pada olahraga yang benar-benar menantang nyali ini, para peserta tampak seakan sudah tidak lagi memiliki ketakutan. Mereka terlihat begitu menikmati momen-momen saat mereka melayang dan terombang-ambing di udara.

Sejarah dibentuknya wingsuit sendiri ternyata pernah menorehkan cerita berdarah. Dilansir dari The Globe and Mail, Rabu (20/9/2017), awal abad ke-11, seorang yang bernama Cleric Malmesbury atau yang terkenal dengan sebutan Elmer the Flying Monk akhirnya lumpuh seumur hidup setelah melompat dari menara Malmesbury Abbey.

Tidak hanya Elmer, penerbang lainnya yang juga terkenal, yaitu Franz Reicheit, pada 1912 melompat dari Menara Eiffel dengan sayap-sayap buatan sendiri. Ia mencoba terbang dengan sayap rancangannya tersebut dan akhirnya mati di depan kerumunan orang yang berkumpul di sana.

Meski berbahaya, kompetisi yang diselenggarakan tahunan ini masih diminati oleh beberapa orang yang gemar menantang adrenalinnya sendiri. Dengan perlengkapan terbangnya, para peserta juga ditantang untuk mengenai target sasaran yang sudah disiapkan oleh penyenggara kompetisi.

Mula-mula para peserta melompat dari puncak tebing. Kemudian mulai melayang bebas di angkasa. Setelah beberapa saat di udara, para atlet wingsuit akan merentangkan tangan dan kaki mereka serupa burung yang terbang bebas. Dari atas ketinggian, tampak para atlet ini bagai burung besar yang melayang-layang.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini