nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TAHUN BARU ISLAM: 1 Muharram dan Malam Suro, Mengapa Identik dengan Ritual Memandikan Pusaka? Ini Penjelasannya

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 21 September 2017 12:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 20 406 1780027 tahun-baru-islam-1-muharram-dan-malam-suro-mengapa-identik-dengan-ritual-memandikan-pusaka-ini-penjelasannya-LNJeN53ngU.jpg Foto: aps18

MENDENGAR susunan kata ‘malam satu Suro’ pasti sebagian besar orang akan merasakan nuansa horor yang bikin bergidik. Malam yang juga dijadikan sebagai judul dari salah satu film aktris almarhumah Suzana, memang selalu sukses menakutkan penonton pada masanya. Akhirnya, suasana terasa memang terkesan amat seram hingga kini.

Malam satu suro pada penanggalan Jawa merupakan hari pertama di bulan Sura atau Suro dalam kalender Jawa. Malam satu Suro berarti malam saat pergantian bulan. Kebetulan, malam satu Suro yang bersamaan hadirnya dengan 1 Muharram kalender hijriah. Persamaan ini ternyata kalender yang diterbitkan oleh Sultan Agung tersebut memang mengacu pada penanggalan hijriah atau Islam.

BACA JUGA

Jadi, apa sih malam satu Suro itu?

 

Malam satu suro merupakan sebuah suasana saat malam hari setelah adzan magrib dan malam hari sebelum tanggal satu. Oleh karena bertepatan dengan satu Muharram bukan berarti ritual-ritual yang diturunkan oleh para leluhur akan memudar dan luntur semangatnya. Pasalnya, zaman sekarang pun masih banyak orang yang memandikan keris .

Salah satu ritual dari tradisi kuno disaat satu Sura, ialah memandikan benda-benda pusaka. Saat malam satu Suro atau satu Muharram, orang-orang yang memiliki benda pusaka, seperti keris biasanya keris tersebut akan dimandikan.

Keris-keris dimandikan tidak sembarang. Ada caranya tersendiri dan dengan bahan-bahan yang khusus juga. Dalam memandikan keris, biasanya seseorang yang dititipkan akan memandikan keris dengan air, jeruk nipis, air kelapa. Caranya pun beragam, ada yang hanya dicelup, ada yang dikuaskan dengan air.

Lantas, apa korelasi antara malam satu Sura dengan memandikan benda-benda pusaka?

Jelas ada korelasinya. Seorang sejarahwan Asep mengatakan, “Kaitan sejarah ritual memandikan benda pusaka dengan tahun baru atau malam satu Sura memiliki makna restrospeksi, makna tersebut merupakan kemunculnya kenangan kembali ke permukaan dan kenyataan,” ucap Asep dalam sambungan telepon, Rabu (20/9/2017).

Seorang yang memiliki keris misalnya, mereka biasanya menganggap benda-benda pusaka secara spesial. Untuk itu, seringkali pemilik keris dan kerisnya sudah menyatu jadi satu. Dalam ritual yang amat sakral ini, pemilik keris harus membersihkan keris,  yang mereka anggap diri  mereka sendiri.

BACA JUGA:

“Benda pusaka yang telah dianggap jadi bagian hidup mereka, jadi, ritual memandikan keris di malam satu Suro sama saja dengan membersihkan diri sendiri, ucapnya. ­

(ade)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini