nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TAHUN BARU ISLAM: Beberapa Peristiwa Seputar Hijrah, Hingga Rute Hijrah Rasulullah yang Kini Jadi Destinasi Wisata

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 September 2017 14:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 21 406 1780113 tahun-baru-islam-beberapa-peristiwa-seputar-hijrah-hingga-rute-hijrah-rasulullah-yang-kini-jadi-destinasi-wisata-56WaEKYEF6.jpg

Rute Hijrah Jadi Destinasi Wisata

Terkait dengan jalur hijrah sendiri, pemerintah Arab Saudi ternyata merencanakan restorasi terhadap situs bersejarah umat Islam tersebut. Tidak hanya jalur hijab Rasul SAW, ternyata ada lokasi sejarah lainnya yang bakal direstorasi seperti di Jabal Nur yang di dalamnya terdapat Gua Hira, Jabal Thawr yang di dalamnya terdapat Gua Tsur, Hudaibiyah dan termasuk jalur hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Restorasi yang dilakukan bertujuan agar peziarah tertarik untuk berkunjung ke museum, resor mewah, dan tempat-tempat bersejarah. Dengan adanya perbaikan tersebut, peziarah diharapkan banyak yang datang ke Arab Saudi.

"Semua hotel dan bangunan di sekitar masjid ini akan membawa lebih banyak keuntungan, khususnya dibidang ekonomi, Insya Allah," kata Awad al-Arshani, Komisi Pariwisata Arab Saudi, memberi isyarat kepada pelanggannya di dalam katalognya. 

Lebih jauh lagi, ternyata ada beberapa peristiwa lain yang terjadi dalam hijrah ini. Dijelaskan beberapa referensi, ada empat hal yang berkaitan dengan hijrah.

Ali di tempat tidur Muhammad SAW

 

Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad menuturkan, pemuda-pemuda yang sudah disiapkan kaum Quraisy untuk membunuh Rasulullah pada malam itu telah mengepung rumah Nabi SAW. Pada saat bersamaan, Rasulullah menyuruh Ali bin Abi Thalib untuk memakai mantelnya yang berwarna hijau dan tidur di kasur Rasulullah SAW. Nabi SAW meminta Ali supaya ia tinggal dulu di Makkah untuk menyelesaikan berbagai keperluan dan amanah umat, sebelum melaksanakan hijrah.

Sementara itu, para pemuda yang sudah disiapkan Quraisy, dari sebuah celah, mengintip ke tempat tidur Nabi SAW. Mereka melihat ada sesosok tubuh di tempat tidur itu dan mereka pun puas bahwa orang yang mereka incar belum lari.

Menurut Martin Lings dalam Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, para pemuda Quraisy yang dipilih untuk membunuh Nabi SAW itu telah sepakat untuk bertemu di luar gerbang rumah Nabi SAW saat malam tiba.

Menjelang larut malam, Rasulullah keluar rumah menuju kediaman Abu Bakar setelah beliau membacakan surah yang diberi nama dengan kalimat pembukanya, Yasiin. Ketika sampai pada kalimat, Dan, Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding pula dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.” (QS Yasin [36]: 9).

Lalu, Nabi SAW dan Abu Bakar keluar melalui jendela pintu belakang dan terus bertolak ke arah selatan, ke arah Yaman, menuju Gua Tsur. Hal itu dilakukan untuk mengelabui para pemuda Quraisy tersebut. Mereka menutup semua jalur menuju Madinah. Para pemuda ini berencana akan menyergap Nabi SAW saat itu.

Dan, ketika memasuki rumah Nabi SAW, mereka kaget karena Rasulullah sudah tidak ada. Mereka hanya menemukan Ali sedang tidur di kasur Rasul SAW. Kafir Quraisy merasa kecolongan karena tak menemukan Nabi Muhammad SAW.

Gua Tsur

Tiada seorang pun yang mengetahui tempat persembunyian Nabi SAW dan Abu Bakar, selain Abdullah bin Abu Bakar, Aisyah, dan Asma' serta pembantu mereka Amir bin Fuhaira. Abdullah diperintahkan untuk mengawasi gerak-gerik Quraisy pada siang hari dan memberitahukan keadaan di sekitar gua pada malam hari. Amir bin Fuhaira bertugas menyiapkan kendaraan untuk Nabi SAW dan Abu Bakar, sedangkan Asma bertugas mengantarkan makanan ke gua.

Sementara itu, pihak Quraisy terus berusaha mencari keberadaan Rasulullah tanpa mengenal lelah. Selain mencari ke tempat lain, sebagian di antara mereka ada yang mendatangi Gua Tsur. Tidak jauh dari Gua Tsur itu, mereka bertemu seorang gembala (menurut sebagian riwayat, penggembala itu adalah Amir bin Fuhaira), yang lalu ditanya. Mungkin saja mereka dalam gua itu, tapi saya tidak melihat ada orang yang ke sana.”

Lalu, orang-orang Quraisy datang menaiki gua itu. Tapi, kemudian, ada yang turun lagi. Mengapa kau tidak menjenguk ke dalam gua?” tanya kawan-kawannya. Ada sarang laba-laba di tempat itu yang memang sudah ada sebelum Muhammad lahir,” jawabnya. Saya melihat ada dua ekor burung dara hutan di lubang gua itu. Jadi, saya mengetahui tak ada orang di sana,” seru yang lainnya.

Sementara itu, Abu Bakar merasa khawatir jika keberadaan mereka akan diketahui pihak Quraisy. Rasulullah mengatakan, Jangan takut, Allah bersama kita.” (QS Al-Anfal [9]: 40).

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini