nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Kuil Gilsangsa, Kuil Cantik Menawan Bekas Rumah Geisha di Jantung Kota Seoul

Dada Sathilla, Jurnalis · Sabtu 23 September 2017 08:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 22 406 1781063 okezone-week-end-kuil-gilsangsa-kuil-cantik-menawan-bekas-rumah-geisha-di-jantung-kota-seoul-Aj1vqchcQ0.jpg Kuil Gilsangsa di Seoul Korea Selatan (Foto: Dada)

ADA  banyak atraksi dan hiburan saat traveling ke ibukota Korea Selatan, Seoul. Mulai dari wisata belanja, tur ke kafe dan restoran, mengunjungi kuil dan museum bisa dilakukan di Seoul. Satu destinasi yang bisa dikunjungi adalah kuil Gilsangsa. Kuil Buddha yang dulunya restoran ini memiliki desain yang cantik menawan serta suasana yang tenang dan santai. Cocok dikunjungi saat ingin melepas penat di Seoul.

Di jantung Kota Seoul siapa sangka ada kuil Buddha yang begitu indah. Terletak di atas bukit Seongbuk-dong, Seoul, kuil ini seakan dipeluk oleh pohon - pohon. Hal ini karena lokasi kuil Gilsangsa dikelilingi oleh pohon - pohon, menciptakan suasana alam yang cantik menawan, terutama saat musim gugur dimana daun - daun berwarna kuning kemerahan. Karena lokasinya terletak di pusat kota serta mudah dicapai dengan transportasi umum maupun pribadi, kuil Gilsangsa menjadi tujuan wisata yang cukup populer bagi warga setempat dan turis.

Kuil Gilsangsa sebenarnya merupakan kuil yang baru. Sebelumnya di tempat ini berdiri sebuah restoran papan atas Korea bernama Daewongak yang dimiliki seorang wanita bernama Kim Yeong-han. Ia kemudian mendonasikannya kepada biksu Beopjeong Sunim setelah membaca esai karya sang biksu yang berjudul Musoyu (non-possesion). Kim berharap dengan dibangunnya kuil Gilsangsa para pengunjung bisa melupakan penderitaan dunia. Sejak tahun 1997 bangunan restoran beralih fungsi sebagai kuil. Ada juga versi lain dari sejarah kuil ini. menurut warga lokal Seoul, bangunan kuil ini dulunya rumah geisha dan pemiliknya dulunya juga berprofesi sebagai geisha.

 BACA JUGA:

BACKPACKER DIARY: Berpetualang Seharian ke Rotterdam Belanda, Menikmati...

4 Negara dengan Fenomena Aurora Paling Indah di Dunia

Tak seperti kuil pada umumnya yang penuh warna, kuil Gilsangsa didominasi oleh warna putih dan warna sederhana lainnya karena dulunya berfungsi sebagai restoran. Struktur bangunan dan dekorasinya simpel namun berkesan elegan. Saat memasuki kuil Gilsangsa, pengunjung akan disambut oleh gerbang depan Iljumun. Memasuki aula utama terletak patung Amitabha Buddha, sang Buddha cahaya abadi. Dengan belok ke kanan bisa dijumpai gerbang yang mengarah ke Seolbeopjeon. di dalam sini terletak patung Sakyamuni dan 1.000 patung Buddha yang patut dikunjungi.

Di belakang aula utama merupakan area dimana para biksu tinggal. Saat memasuki area ini para pengunjung diharuskan tenang agar tak mengganggu para biksu yang tengah belajar dan bermeditasi. Kuil Gilsangsa juga berfungsi sebagai kampus Buddha dan pusat meditasi Zen. Para turis yang tertarik dengan kehidupan sebagai biksu bisa ikut progam tinggal di kuil pada minggu keempat setiap bulannya. progam ini bisa diikuti dengan membayar 30.000 Won atau sekitar Rp353.300 per orang.

Saat berkunjung ke kuil Gilsangsa jangan lupa mengunjungi makam Younghan. Younghan yang nama Buddhanya Gilsanghwa adalah seorang gadis yang mana namanya diambil sebagai nama kuil Gilsangsa. Di halaman kuil ini dulu abu Younghan disebar atas permintaan dirinya. Menurut cerita warga lokal Seoul, Younghan menjalin hubungan dengan pemuda bernama Baekseok, seorang penyair muda jenius. Namun sayang hubungan keduanya ditentang keluarga Baekseok karena Younghan berprofesi sebagai geisha. Baekseok ingin membawa Younghan kabur ke provinsi Manju di Tiongkok namun Younghan menolaknya karena ia tak mau menghancurkan hidup Baekseok.

BACA  JUGA:

Yeay, Candi Prambanan Kini Hadirkan Taman Bacaan Buku-Buku Sejarah

Baekseok akhirnya pergi ke Manju sendirian. Ia kemudian pindah ke Korea Utara sebelum perang Korea meletus, sementara Younghan tetap tinggal di Seoul dan memutuskan untuk tidak menikah. Ia lalu menerbitkan autobiografi mengenai kisah cintanya dengan Baekseok. Pada tahun 1999 Youghan meninggal dunia. namun sebelumnya ia berpesan agar abunya ditaburkan di halaman kuil yang bersalju.

Dengan tragedi kisah cinta yang memilukan bak K-Drama, kuil Gilsangsa menjadi destinasi wisata yang romantis. saat musim gugur dimulai bulan Oktober mendatang, panorama kuil terlihat semakin cantik dengan adanya daun - daun berwarna kuning kemerahan yang berguguran. Berjalan - jalan di kuil Gilsangsa saat musim gugur sungguh menenangkan hati dan menghilangkan penat setelah mengeksplor kota Seoul. " saya kadang kesini saat ingin menikmati suasana yang tenang ", ujar Cho, warga lokal Seoul.

Kuil Gilsangsa bisa dicapai dengan naik subway dari Hanseong University Station, exit 6. lalu berjalanlah sekitar 50 menit untuk kemudian naik shuttle bus menuju kuil. Shuttle bus berangkat dari pukul 08.30 hingga 16.30 waktu setempat.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini