Ya Ampun, Ternyata Pengguna Transportasi Umum Berisiko Terpapar Bakteri Lebih Mudah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 September 2017 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 22 481 1780685 ya-ampun-ternyata-pengguna-transportasi-umum-berisiko-terpapar-bakteri-lebih-mudah-VpaYVIvj4M.jpg Kereta Api di London (Foto: Dailymail)

BICARA mengenai pengguna transportasi umum, masyarakat Indonesia sepertinya sudah mulai banyak yang menggunakannya. Pemerintah juga cukup gencar dalam mensosialisasikan upaya perubahan baik ini.

Penggunaan kendaraan umum membawa dampak yang baik untuk kelancaran lalu lintas. Kemudian, minimnya kendaraan di jalan berarti sedikitnya polusi udara di lingkungan.

Namun, ada beberapa risiko yang harus ditanggung pengguna transportasi umum. Sebut saja ancaman kejahatan atau pelecehan seksual. Kemudian, masalah lain adalah paparan virus dan bakteri yang banyak beredar di dalam kendaraan umum.

Faktor risiko ini meningkat karena setiap harinya pengguna kendaraan umum dihadapkan pada banyak jenis orang dengan kondisi kesehatan yang tidak bisa dipastikan baik atau buruk. Kalau sudan begini, Anda bisa apa?

Terkait dengan paparan bakteri atau virus penyebab masalah kesehatan, Daily Mail, Jumat (22/9/2017), coba menjelaskan bahwa para ilmuwan menemukan fakta bahwa terdapat banyak kuman dan bakteri yang memapar orang-orang di transportasi umum setiap harinya. Data ini dilihat dari pengguna kendaraan umum London, ya.

Banyaknya kuman dan bakteri di dalam transportasi umum memungkinkan masyarakat untuk mengalami masalah infeksi kulit, infeksi pernafasan, bahkan keracunan makanan.

Bicara mengenai kuman dan bakteri yang banyak ditemukan, ternyata bakteri dari spesies Staphylococcus, termasuk S. aureus yang paling banyak ditemukan. Bakteri ini lah yang menyebabkan masalah utama itu muncul.

Yang perlu Anda ketahui, sebuah tes pun dilakukan untuk memastikan paparan bahaya ini. Mereka yang diuji tentunya adalah para pengguna transportasi umum. Nah, yang disoroti dari masalah ini salah satunya adalah jumlah kuman dan bakteri yang berhubungan dengan masyarakat setiap hari.

Selain itu, pengujian juga melihat di mana saja letak kuman dan bakteri tersimpan paling banyak. Ternyata diketahui bakteri dan kuman biasanya hidup di bantalan chip dan pin pada mesin tiket, pegangan tangan di atas eskalator, tangga, dan pegangan tangan di gerbong kereta api atau commuter lainnya.

Dr Jacob Malone, pemimpin kelompok gabungan di University for East Anglia dan John Innes Center kemudian menganalisis jejak tangan tersebut dan menemukan campuran bakteri dan jamur di sana. Bakteri dari spesies Pseudomonas, termasuk P. aeruginosa salah satu yang banyak ditemukan juga.

Meskipun pada umumnya bukan ancaman serius, namun hal ini dapat menyebabkan infeksi pada orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah atau terganggu.

Ada juga beberapa spesies proteobakteri lainnya seperti Escherichia coli dan Salmonella, yang mana bakteri ini juga bisa menyebabkan penyakit seperti keracunan makanan, walaupun banyak yang tidak melakukan ini.

Bahkan, lebih lanjut lagi dr Jacob menuturkan bahwa timnya menemukan 15.152 jenis mikroorganisme yang berbeda yang berbagi kereta dari 5.500.000 penumpang. Bakteri ini termasuk di dalamnya adalah wabah pes, disentri, dan meningitis.

Namun, dijelaskan dalam studi yang dipublis di Cell.com, Anda tidak perlu khawatir berlebih dengan jumlah bakteri ini. Sebab, sebagian besar bakteri yang ditemukan dalam kelompok ini tidak berbahaya, walaupun hampir setengah (48 persen) DNA ditemukan tidak sesuai dengan organisme yang diketahui.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini