nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Keunikan Bebegig dan Kolecer di Tanah Pandeglang

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 23 September 2017 17:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 23 406 1781636 mengenal-keunikan-bebegig-dan-kolecer-di-tanah-pandeglang-m40FjKz0Af.jpg Bebegig (Sukardi/Okezone)

KEBUDAYAAN Indonesia sudah jangan ditanya keberagamannya. Mulai dari dataran rendah sampai tinggi, perkotaan maupun daerah pelosok, semuanya punya keunikan dan kearifan lokalnya masing-masing.

Bicara mengenai keunikan daerah, Pandeglang, Banten, ternyata menyimpan budaya yang menarik untuk dikulik. Adalah kolecer dan bebegig. Apakah itu?

Perlu Anda ketahui sebelumnya, Pandeglang merupakan daerah lumbung padinya Banten. Makanya, tak heran kalau di sini Anda masih bisa menemukan tanah lapang yang ditanami sawah atau lahan perkebunan yang masih subur.

Karena itu, bebegig dan kolecer cukup terkenal di daerah ini. Dua alat itu cukup dekat kaitannya dengan hidupan warga sekitar. Bebegig dan kolecer itu bagian dari atribut sawah yang berfungsi untuk mengusir hama padi. Tapi, benda apa sebetulnya kolecer dan bebegig itu?

Menurut Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung Joyce Irmawanti, bebegig adalah orang-orangan sawah yang berfungsi untuk menakut-nakuti burung pengganggu padi.

Kemudian, terkait dengan bahan pembuatnya, Joyce menjelaskan bahwa bebegig biasanya terbuat dari jerami dan bambu sebagai penopangnya. Karena berbentuk seperti manusia, maka dari itu biasanya warga menambahkan pakaian ke bebegig.

Sementara itu, kolecer adalah baling bambu. Ini juga berfungsi untuk mengusir hama padi. Dengan suara yang cukup kencang ketika kolecer ini berputar, itu bisa menakut-nakuti hewan penggangu.

"Kearifanlokal masyarakat Pandeglang memang pertanian, khususnya sawah, makanya kolecer dan bebegig dekat kaitannya dengan warga di sini," ungkapnya saat diwawancarai Okezone di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Sabtu (23/9/2017).

Joyce menambahkan, terkait dengan kolecer dan bebegig, Pemerintah Provinsi Banten, dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi Banten, mendukung pelestarian dua atribut daerah itu dengan mengadakan Festival Kolecer dan Bebegig di Festival Tanjung Lesung 2017.

Beberapa bentuk kolecer dan bebegig yang unik diikutsertakan dalam perlombaan. Tak sedikit masyarakat yang ikut berpartisipasi. Terlihat juga kreativitas dari warga yang mengubah bebegig yang standar menjadi sesuatu yang menarik. Seperti foto-foto berikut ini:

Kemudian, kolecer pun demikian. Banyak dari warga yang akhirnya tidak hanya menghias kolecer dengan pelepah daun kelapa. Tapi, ada juga yang menambahkan perangkat lain seperti sepeda kecil dari kayu atau juga menambahkan pernah-pernik di batang penyangga kolecernya.

Yang membuat kolecer ini istimewa adalah suara yang dihasilkan. Semakin baik pembuatan kolecer, maka suaranya semakin kencang. Karena itu juga akhirnya banyak dari anak-anak yang menyukai baling bambu ini.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini