nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agar Tak Salah Pilih Obat, Masyarakat Dihimbau Miliki Apotek Keluarga di Dekat Rumah

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 26 September 2017 07:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 25 481 1782843 agar-tak-salah-pilih-obat-masyarakat-dihimbau-miliki-apotek-keluarga-di-dekat-rumah-99ICSle2qr.jpg Ilustrasi apotek keluarga (Foto: Netdoctor)

PEREDARAN obat ilegal tentunya telah membuat masyarakat khawatir. Kasus terbaru adalah puluhan remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara harus dilarikan ke rumah sakit jiwa setelah mengalami halusinasi yang cukup parah. Bahkan satu di antaranya meninggal dunia.

Para orangtua tentunya tidak ingin anak mereka mengalami hal yang sama. Untuk itu, orangtua harus lebih memerhatikan anak mereka dan memiliki keterbukaan. Orangtua harus mampu menjelaskan kepada anak mereka tentang bahayanya obat ilegal ataupun terlarang. Sebab, keluarga memiliki peran penting agar anak-anak tidak terjerumus dalam hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, masyarakat pun harus selalu waspada dengan maraknya obat ilegal. Jangan sampai mengonsumsi obat yang diterima dari orang yang tidak dikenal. “Masyarakat harus selalu berhati-hati terhadap obat yang diterimanya. Pada dasarnya obat itu adalah racun, kecuali sudah ada indikasi medisnya yang disarankan untuk dikonsumsi oleh dokter dan dosisnya telah diatur oleh apoteker. Minum obat juga sebaiknya bila diperlukan saja dan jangan sembarangan dikonsumsi,” tutur Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Drs Nurul Falah Edi Pariang, Apt saat ditemui dalam sebuah acara Senin, 25 September 2017 di kawasan Tomang, Jakarta Pusat.

Menurut Nurul, ada baiknya setiap masyarakat memiliki apotek keluarga di mana mereka sudah mengenal apoteker yang meracik obat. Apotek yang dipilih pun tidak perlu jauh-jauh, bisa di sekitar tempat tinggal. “Dengan memiliki apotek keluarga, masyarakat bisa mencari tahu obat yang mereka beli dan konsumsi. Mulai dari manfaat hingga dosis pemakaian,” kata Nurul.

Hingga kini, memang masih banyak masyarakat yang tidak mencari tahu lebih lanjut mengenai obat yang mereka beli atau konsumsi. Pola perilaku masyarakat inilah yang perlu diubah untuk membiasakan diri mencari tahu tentang obat. “Masyarakat berhak mengetahui informasi terkait obat. Sebab itu adalah salah satu tugas apoteker untuk memberikan informasi tentang obat yang dibeli konsumen,” tambah Nurul.

Nurul mengimbau agar masyarakat menerapkan DASIBU yaitu dapatkan obat di sarana legal, gunakan obat sesuai indikasi medis, simpan obat sesuai dengan tempatnya, serta buang obat jangan sembarang.

Dengan menerapkan hal tersebut, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan obat yang berkualitas. Selain itu, apoteker juga harus senantiasa menjamin obat yang dijualnya bermutu. Obat tersebut harus didapatkan dari distributor resmi dan penyimpanannya sesuai sifat kimiawi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini