nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BACKPACKER DIARY: Bukchon Hanok Village, Serunya Selfie di Desa Tradisional Korea

Dada Sathilla, Jurnalis · Selasa 26 September 2017 15:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 26 406 1783283 backpacker-diary-bukchon-hanok-village-serunya-selfie-di-desa-tradisional-korea-B5ecBLCAIr.jpg

KOREA Selatan terkenal dengan kecanggihan teknologi, kota - kotanya

yang bersih dan modern, kafe dan restorannya yang trendi namun masih

mempertahankan budaya aslinya. Tak lengkap rasanya bila travelling ke

Korea tanpa mengunjungi situs budayanya. Salah satu yang sangat pantas

dikunjungi adalah Bukchon Hanok Village yang berada di Seoul. Deretan

rumah tradisional Korea yang terawat apik ini menjadi spot selfie

favorit traveler.

Bukchon Hanok Village merupakan desa tradisional Korea yang masih

lestari sejak zaman dinasti Joseon hingga sekarang. Bukchon Hanok

Village berada di antara destinasi wisata utama di Seoul sehingga

mudah dicapai. Tepatnya ia terletak di antara istana Gyeongbokgung,

istana Changdeokgung dan kuil Jongmyo. Secara harfiah Bukchon berarti

desa utara. dinamakan demikan karena desa tradisional Korea ini berada

di sebelah utara 2 landmark utama kota Seoul yaitu Cheonggyecheon dan

Jongno. sementara Hanok merupakan sebutan bagi desa tradisional Korea.

Di komplek desa tradisional Korea ini terdapat sekitar 900 rumah. Di

masa lampau, Bukchon Hanok Village menjadi tempat tinggal para anggota

keluarga kerajaan dan pejabat kelas atas dinasti Joseon. Tak heran

bila rumah - rumahnya yang bergaya arsitektur khas Korea lumayan besar

dan terawat. kini sebagian besar rumah masih ditinggali para warga

menengah ke atas Seoul. Para turis yang mengunjungi desa tradisional

ini diharapkan berkunjung dengan tenang dan tak berisik agar tak

mengganggu para penduduk setempat. Beberapa rumah kini telah dijadikan

kafe, restoran, pusat budaya, rumah minum teh dan guest house untuk

mengakomodir tingginya minat turis akan budaya tradisional Korea.

Sebagai kawasan Hanok terbesar di Seoul, Bukchon Hanok Village tak

hanya dikunjungi oleh para turis. Anak muda Korea juga sering

berkunjung ke desa tradisional ini demi mempelajari sejarah bangsa dan

menemukan kebanggan sebagai orang Korea. Bukchon Hanok Village terdiri

dari jalan sempit yang berliku dan menanjak serta diapit oleh ratusan

rumah tradisional Korea. Dindingnya yang terbuat dari batu bata dan

batu sungguh khas. jalanannya yang bersih menjadi spot foto favorit

para turis. Ada beberapa tanda 'spot foto' di jalanan Bukchon untuk

memudahkan traveler berfoto.



Karena keaslian bangunannya, Bukchon Hanok Village juga sering
dijadikan lokasi syuting K-Drama. Turis juga diperbolehkan untuk masuk
ke dalam rumah asal mesti melepas sandal atau sepatu sebelum masuk.
Bagian dalam rumah tradisional Korea ini sebagian besar terbuat dari
kayu. Mulai dari lantai, dinding dan dekorasinya terbuat dari kayu.
Yang perlu diperhatikan bila melihat rumah penduduk yang terbuka
pintunya sebaiknya tak mengambil foto interiornya karena hal ini bisa
menganggu kenyamanan dan privasi tuan rumah.

Berbagai atraksi yang didedikasikan untuk turis juga bisa ditemui di
sekitar Bukchon Hanok Village. Misalnya workshop kerajinan tangan bagi
turis yang ingin belajar membuat kerajinan tangan khas Korea. toko -
toko suvenir tentunya bisa ditemukan di area ini. Turis juga bisa
merasakan sensasi menginap di rumah tradisional Korea dengan bermalam
di salah satu guest house.




Bukchon Hanok Village yang berada di 37, Gyedong-gil, Jongno-gu, Seoul
ini bisa dikunjungi dengan gratis. Membawa hewan peliharaan pun
diperbolehkan asal bisa menjaga kebersihannya. Selain berkunjung
sendiri, Anda juga bisa ikut Seoul City Walking Tours bila ingin
mengunjungi kawasan ini dengan dipandu guide dan mendengarkan
penjelasan seputar sejarah  Bukchon Village.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini