Image

Perempuan Tergemuk Sedunia dengan Berat 500 Kg Meninggal Dunia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 26 September 2017, 06:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 26 481 1782999 perempuan-tergemuk-sedunia-dengan-berat-500-kg-meninggal-dunia-0rPYXH7XTF.jpg

PERJUANGAN Eman Abdul Atti, perempuan terberat sedunia, melawan penyakit yang diderita usai sudah. Segala upayanya kini tidak ada gunanya. Dunia berharap Eman kini sudah berada di tempat yang paling baik.

Ya, Eman akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (25/9/2017). Menurut pernyataan dari Rumah Sakit Burjeel di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, penyakit yang harus dia lawan adalah komplikasi penyakit jantung dan disfungsi ginjal.

Seperti dikabarkan CNN, Selasa (26/9/2017), perempuan Mesir berusia 37 tahun itu memiliki bobot tubuh seberat 1.102 pon atau sekitar 500 kg. Sebelum Eman menghembuskan napas terakhir, keluarganya melaporkan bahwa Eman sempat menjalani operasi pengurangan berat badan di Rumah Sakit Saifee di Mumbai pada bulan Maret tahun ini.

Semua tanda positif muncul setelah operasi tersebut. Dimana, perlu Anda ketahui bahwa sebelum operasi itu berlangsung, Eman juga telah berusaha menurunkan berat badan dan berhasil. Eman kehilangan beban tubuh seberat 200 pon atau 100 kg.

Dijelaskan keluarganya, Eman sangat senang. Dia bahkan mulai berdansa di tempat tidurnya. Dr. Muffazal Lakdawala, ahli bedah yang melakukan operasi gastrektomi lengan laparoskopi, mengatakan kepada CNN pada bulan Maret, senyum Eman telah kembali.

"Prosedurnya melibatkan pelepasan bagian perut dan sebagian lengan dengan kira-kira seukuran pisang. Karena itu juga, sebagian otot yang mengendalikan pengosongan makanan ke dalam usus pun hilang,” ungkap Dr. Lakdawala.

Sedikit informasi bahwa pada 9 September kemarin, Eman merayakan ulang tahunnya yang ke-37.

(Baca Juga: Kisah Pilu Wanita Tergemuk di Dunia)

Penderitaan Eman di Awal

Keluarga Eman mengatakan bahwa Eman memiliki berat badan 11 pound (5 kg) saat lahir dan menderita masalah tiroid sejak masih kecil. Kelenjar tiroid itu menghasilkan hormon yang membantu mengatur metabolisme tubuh.

Pada kelas lima, dia berhenti bersekolah karena dia mulai mengalami kesulitan bergerak dan berjalan.

Kemudian, menurut keluarga, dua dekade terakhir, Eman baru saja meninggalkan kamarnya untuk intens menjalani penanganan kesehatan di rumah sakit. Dia menderita stroke dan tidak dapat bergerak atau berkomunikasi. Berat badannya meningkat menjadi lebih dari 1.000 pound. Kesehatannya memburuk dengan cepat.

Adiknya membuat kampanye media sosial tahun lalu dan dr. Lakdawala menanggapi dengan menawarkan bantuan. Rencana tiga setengah tahun yang diusulkannya termasuk dua operasi untuk membantunya mengurangi berat badannya menjadi kurang dari 220 pound (100kg) pun dilakukan.

(Baca Juga: Pesawat Dirombak Demi Angkut Perempuan Tergemuk di Dunia)

Tidak mudah bagi Eman menjalani kehidupannya. Dia harus mengatasi sejumlah rintangan untuk mencapai apa yang diharapkan keluarganya sebagai operasi yang menyelamatkan nyawa di Mumbai, termasuk penolakan awal untuk memberinya visa karena ketidakmampuannya untuk tiba di kedutaan. Setelah mengatasi masalah itu dengan bantuan seorang menteri India, dia kemudian menghadapi kesulitan menaiki pesawat terbang.

Mesir Air (makapai penerbangan setempat) secara khusus mengadaptasi sebuah pesawat kargo untuk membawanya ke India.

Setelah operasi tersebut, dr. Lakdawala mengatakan bahwa fungsi ginjalnya membaik. “Dia telah melakukan operasi pasca operasi dengan baik,” kata dr. Lakdawala kepada CNN pada Maret 2017.

Pada saat itu, dr. Lakdawala menginginkan agar Eman bisa kehilangan 155 sampai 175 pound (70 sampai 80 kg) dalam beberapa bulan ke depan. Rencananya adalah untuk kemudian mengirimnya pulang ke Mesir dan menjadwalkan operasi kedua untuk tahun depan.

(Baca Juga: Keith Martin Jadi Pria Tergemuk di Dunia)

Eman kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Burjeel di Abu Dhabi. Di sana, kondisinya dikelola oleh tim medis yang terdiri lebih dari 20 dokter dengan spesialisasi yang berbeda. Namun, jantung dan ginjalnya tidak bisa lagi berfungsi.

Keluarganya menyampaikan apresiasi atas perawatan yang diberikan oleh Rumah Sakit Burjeel dan dukungan dari orang-orang UEA. "Doa kami dan ucapan belasungkawa yang tulus untuk keluarganya," kata staf Rumah Sakit Burjeel dalam pernyataannya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini