nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas! Tak Cuma Makanan, Olahraga Juga Bisa Sebabkan Alergi

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 26 September 2017 10:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 26 481 1783069 awas-tak-cuma-makanan-olahraga-juga-bisa-sebabkan-alergi-HZhfxTb001.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

DATANGNYA alergi rupanya tak hanya terjadi akibat makan sesuatu alergen. Pada beberapa orang, olahraga bisa memicu serangan alergi loh. Kok bisa?

Pria bernama Joe O'Leary pergi makan malam bersama orang tuanya. Mereka pergi makan pizza, dengan tambahan topping tomat dan paprika.

Setelahnya, dia berangkat ke gym dan melakukan olahraga favoritnya. Tapi sekira setengah jam latihan, dia mulai merasakan hal aneh dalam tubuhnya.

"Mata saya berair dan saya mengalami kesulitan bernafas. Dalam lima menit saya berjuang untuk bernapas. Saya bercermin dan melihat mataku bengkak, sebagian wajah saya juga," ujarnya

Pada saat itu, O'Leary dilarikan ke ruang gawat darurat dan dipompa penuh dengan steroid dan antihistamin. Dia mengalami reaksi alergi, tapi tidak dipicu karena makanannya.

Dokter dengan cepat mendiagnosisnya dengan kondisi yang disebut anafilaksis akibat olahraga. Yang mana reaksi terhadap alergen ini hanya terjadi bersamaan dengan olahraga.

Reaksi alergen jug dapat terjadi akibat kombinasi makanan dengan olahraga. Mengingat pada saat itu, O'Leary mengalami reaksi anafilaksis setelah makan tomat, paprika, kedelai dan kacang-kacangan.

Dijelaskan lebih lanjut, anafilaksis pertama kali dialami seseorang pada tahun 1979. Mungkin gangguan ini mempengaruhi sekira 50 dari 100.000 orang.

Namun sayang, kesadaran akan kondisi di antara para ahli alergi untuk meneliti penyebabnya kurang diminati. Maka dokter masih belum tahu persis mengapa hal itu terjadi.

Ahli Alergi di Brigham and Women's Hospital Maria Castell mengatakan, antara 30%-50% orang, reaksinya berasal dari kombinasi jenis makanan dan olah raga tertentu. Bagi orang lain, aktivitas berat memicu reaksi terhadap obat-obatan seperti aspirin.

Beberapa wanita hanya mengalami fenomena siklus haid juga sangat rentan mengalami anafilaksis. Itu disebabkan karena tingginya hormon estrogen, yang bisa mengikat sel terhadap reaksi alergi.

"Ada berbagai hal yang mungkin terjadi. Termasuk alergi hanya karena olahraga" kata Castells," dilansir Huffingtonpost, Selasa (26/9/2017).

Jumlah latihan yang dibutuhkan untuk memicu reaksi bervariasi pada setiap orang. Biasanya olahraga yang berlebihan mudah menyebabkan seseorang mengalami anafilaksis. Apalagi dengan seseorang yang imunitasnya rendah.

Castell juga menyebutkan, hampir semua jenis olahraga, seperti berlari, menari, atau bersepeda, telah dilaporkan menyebabkan anafilaksis. Tapi hingga saat ini, belum ada laporan tentang seseorang yang memiliki reaksi setelah berenang.

Masih belum jelas apa yang menyebabkan hubungan antara olahraga dan anafilaksis. Ada sejumlah teori terkait dengan perubahan fisiologis yang terjadi di tubuh saat berolahraga.

Misalnya, peningkatan aliran darah bisa mendorong sel kekebalan yang sensitif di sekitar tubuh. Atau mungkin protein tertentu dalam usus mengubah perilaku orang selama berolahraga yang dapat berinteraksi dengan alergen.

Apalagi saat latihan akan meningkatkan penyerapan bahan dari saluran cerna. Maka mungkin saja ada lebih banyak alergen yang bisa masuk ke tubuh selama latihan.

Memang sulit untuk menguji teori tersebut, karena kondisinya sulit diciptakan kembali di laboratorium.

"Jadi tidak ada model mouse dan tidak ada model manusia dari gagasan ini," kata Castells. Ada sejumlah kelompok yang mencoba mengembangkan model, namun mereka membutuhkan lebih banyak waktu.

Beruntung, tambah Castells, diagnosis alergi in sangat mudah. Karena gejalanya mudah dikenali, seperti wajah membengkak, mata beair, sulit bernapas, hingga rasa gatal seperti yang dialami O'Leary.

Untuk mengatasinya, O'Leary memutus rantai semua alergennya dari makanan yang kerap ia lahap sebelum olahraga. Dia lebih suka mengorbankan makanan yang lezat menurutnya, daripada risiko mengalami serangan tak terduga.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini