nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sultan HB X: RS Harus Dikelola Berasaskan Pancasila dan Didasarkan pada Nilai Kemanusian

Prabowo (Okezone), Jurnalis · Rabu 27 September 2017 19:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 27 481 1784223 sultan-hb-x-rs-harus-dikelola-berasaskan-pancasila-dan-didasarkan-pada-nilai-kemanusian-QEPkA95h2O.jpg Sultan HB X (Foto: Prabowo/Okezone)

RUMAH Sakit PKU Muhammadiyah Gamping baru memiliki Unit Instansi Pelayanan Jantung Terpadu. Gubernur DIY Sri Sultan Hemengku Buwono X mengapresiasi capaian yang diraih RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Raja Keraton Yogyakarta itu mengatakan, ada instalasi pelayanan jantung di rumah sakit ini merupakan momentum kemajuan. Selain itu, bagian dari ukhuwah islamiyah di mana RS PKU sebagai wadah bagi masyarakat untuk mencari pertolongan.

"Rumah sakit harus dikelola dan diselenggarakan berasaskan Pancasila dan didasarkan pada nilai kemanusiaan. Rumusan ini bukan sekadar kata-kata indah formalitas belaka, namun benar-benar wajib untuk sebuah rumah sakit," katanya saat peresmian di Convention Hall Gedung OSCE RS PKU Muhammadiyah Gamping, Senin 25 September 2017.

Sistem pelayanan kesehatan, kata Sultan, menjadi sesuatu yang pelik karena harus memadukan fungsi sosial dan bisnis. Seperti yang terjadi pada sistem BPJS yang memberikan kemudahan pada pasien, namun dapat mengakibatkan defisit dalam pengelolaan dana operasional rumah sakit.

Selain itu juga pada beban dokternya, karena diluar negeri, seorang dokter bisa menangani sebanyak 1.000 pasien. Sementara di Indonesia, angka pasien yang ditangani jauh lebih banyak, yakni 2.500 pasien. Untuk itu, butuh regulasi yang dapat mengatur rumah sakit agar mampu menjalankan fungsi sosialnya dengan baik.

Pengadaan Pusat Pelayanan Jantung Terpadu ini merujuk pada aturan PP Muhammadiyah yang menyebutkan bahwa rumah sakit pendidikan harus ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan pendidikan medis, kompetensi calon dokter, dan juga sebagai wahana litbang iptek dokter.

"Rumah sakit pendidikan harus mengitegrasikan tugas struktural dan fungsionalnya. Dalam dekade yang akan datang, tingkat masalah penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia akan menyamai negara maju," katanya.

Padahal, kata dia, jantung memiliki peran yang vital bagi manusia. Misalnya apakah mungkin bagi seorang pemimpin mampu memberikan keputusan apabila ia memiliki jantung yang lemah atau bagi kepala keluarga untuk mencari nafkah. Untuk itu memelihara kesehatan jantung adalah sebuah hal yang menjadi keharusan.

"Tindakan preventif ini bisa kita lakukan sejak dini untuk mencegah diri kita terkena penyakit mematikan tersebut," tuturnya.

Selain itu, Sri Sultan juga menyayangkan sistem kesehatan di Indonesia yang masih didasarkan pada fee for service. Lebih mendorong masyarakat dan tenaga kesehatan untuk mempraktikkan penanganan kesehatan yang kuratif, kalau sudah sakit baru diobati.

"Harus diakui bahwa pengenalan tindakan preventif pada masyarakat baru dilakukan setelah maraknya kampanye hidup sehat secara global. Tidak heran kalau efek dari sosialisasi hidup sehat itu masih belum terlalu nampak," katanya.

Padahal deteksi dini merupakan kunci dari penanganan penyakit jantung, sehingga berbagai tindakan intervensi dapat dilakukan. Dengan begitu, dapat menghindari biaya pengobatan yang mahal, karena ketika seorang pasien divonis sakit keras, dia justru akan stres dulu memikirkan biaya pengobatan yang besar.

"Pola hidup sehat harus kita awali dari diri kita sendiri. Makan teratur dan menghindari konsumsi makanan yang berkolesterol secara berlebihan, olahraga rutin dan juga istirahat yang cukup merupakan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk memulai pola hidup yang sehat," jelasnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir berterima kasih kepada Sri Sultan atas dukungan terhadap RS PKU Muhammadiyah. Bahkan, sempat turut ke Jerman juga untuk membahas kerjasama untuk pengadaam peralatan medis ini.

"Ini jadi titik awal bagi UMY dan PKU dalam bersinergi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang masing-masing. Ini juga menjadi seruan bagi para dokter yang ada di PKU agar dapat memberikan layanan terbaik mereka," katanya.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. Faesol, Sp Rad, M.Kes menyebutkan bahwa pengadaan unit ini merupakan sebuah angan-angan yang sudah lama dimiliki dan akhirnya kini dapat diwujudkan.

Pusat pelayanan ini, kata dia, merupakan hasil kerja sama dengan Kementrian kesehatan Jerman sejak tahun 2014 lalu. Pihaknya berkolaborasi dengan M√ľnster University untuk mempelajari hal-hal yang perlu dimiliki untuk pengadaan unit ini.

"Uji kesesuaian dan uji fungsi sudah dilaksanakan oleh Universitas Indonesia (UI) dan alhamdulillah pusat pelayanan kita memenuhi persyaratan untuk beroperasi," katanya.

RS PKU Muhammadiyah Gamping ini juga merupakan wadah pendidikan dan praktek bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sesuai dengan amanah dari Ketua PP Muhammadiah.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini