nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keren! Simpang Susun Semanggi Jadi Motif Batik Betawi Kekinian

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Kamis 28 September 2017 22:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 28 194 1785146 keren-simpang-susun-semanggi-jadi-motif-batik-betawi-kekinian-bNw4NUhsdA.jpg Ilustrasi batik (Foto: Okezone)

BATIK sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Sejauh ini masyarakat tahu batik berasal dari Jawa padahal banyak daerah yang juga memiliki kain batik dengan motif tradisional, termasuk Jakarta.

Sebelumnya batik Betawi banyak direpresentasikan dengan motif yang bercirikan icon kota Jakarta dengan corak yang berani, lugas dan ceria. Tak hanya itu, warna pada batik Betawi memiliki ciri warna yang cerah memikat.

Batik Betawi yang sudah banyak dibuat memiliki corak yang cukup beragam seperti corak Monas, ondel-ondel, tanjidor dan lain sebagainya. Ragamnya semakin berkembang dengan munculnya corak baru yang menampilkan ragam flora dan fauna endemik Jakarta. Beberapa diantaranya salak condet, sirih kuning, melati gambir, kembang telang, burung elang bondol, burung kipasan, kupu-kupu hingga bulus.

 

(Foto: Ilustrasi batik simpang semanggi/ Devi Okezone)

Kini, corak batik Betawi semakin berkembang dengan hadirnya ikon baru kota Jakarta yakni Simpang Susun Semanggi. Ide membuat motif batik ini muncul dari gagasan Ibu Happy Djarot Saiful Hidayat, Ketua Dekranasda Provinsi DKI Jakarta. Ada 4 model batik bercorak Simpang Susun Semanggi yakni Motif Simpang Semanggi, Motif Lalu Lintas Semanggi, Motif Jalan Semanggi dan Motif Taman Semanggi.

Keempat motif ini bisa jadi pilihan tren fashion batik kekinian. Apalagi corak batik diaplikasikan pada kain berwarna cerah seperti oranye, hijau, kuning dan biru.

Ibu Happy yang juga Ibu Gubernur DKI Jakarta mengatakan pilihan corak ini bisa jadi alternatif tren fashion bagi masyarakat Jakarta. "Jakarta sebagai kota pendatang, orang-orang datang dari mana saja ke Jakarta. Banyak juga ikon Kota Jakarta yang harus dilestarikan lewat berbagai hal salah satunya sebagai corak batik. Ide membuat batik Simpang Susun Semanggi memang dari saya tapi eksekusinya dilakukan desainer-desainer muda yang paham bagaimana corak yang bagus," katanya dalam acara launching buku Lenggang Batik Jakarta sekaligus Malam Apresiasi Budaya Betawi di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Lebih lanjut, Happy mengatakan diluncurkannya motif batik Betawi Simpang Susun Semanggi ini diharapkan bisa jadi salah satu cara meneruskan serta melestarikan ciri khas DKI Jakarta. "Harapannya semoga ada penerus generasi muda yang melestaikan hasil kreasi budaya dan bisa jadi warisan bagi generasi mendatang," lanjutnya.

Batik unik ini sementara diproduksi oleh para pengrajin yang tinggal di rusun di Jakarta. Produknya saat ini masih terbatas pada produk fashion tapi kedepannya akan dikembangkan menjadi produk yang bisa diaplikasikan di semua media. "Kita awali dengan fashion tapi nanti tidak menutup kemungkinan akan jadi barang keseharian seperti gorden, taplak meja dan sebagainya," tambah Happy dengan senyum mengembang.

Malam Apresiasi Budaya Betawi yang turut dihadiri Ketua Dekranas, Ibu Mufidah Jusuf Kalla serta Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat semakin meriah dengan adanya rangkaian kegiatan. Acara turut diramaikan dengan beberapa aksi yang menampilkan kebudayaan Betawi mulai dari tari-tarian, fashion show budaya Betawi, fashion show batik tradisional serta deretan sajian kuliner khas Betawi. Acara juga digelar tepat di depan area Monas Fountain Jakarta yakni aksi air mancur menari di kawasan Monas yang belum lama ini juga diluncurkan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini