Image

BACKPACKER DIARY: Air Terjun Silver Waterfall, Menikmati Cantiknya Keindahan Alam Sapa Vietnam

Dada Sathilla, Jurnalis · Kamis 28 September 2017, 16:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 28 406 1784861 backpacker-diary-air-terjun-silver-waterfall-menikmati-cantiknya-keindahan-alam-sapa-vietnam-stI7C1tjpZ.jpg Foto: Dada/Okezone

SEBAGAI destinasi wisata utama di Vietnam bagian utara, Sapa menawarkan bermacam wisata alam bagi para traveler yang berkunjung. Mulai dari hiking ke gunung Fansipan, tracking, bukit, lembah hingga beberapa air terjun yang menghiasi kawasan ini. Salah satu air terjun yang cantik dan pantas dikunjungi adalah Silver Waterfall. 

BACA JUGA:

 

Terletak di desa San Sai Ho, distrik Sapa, provinsi Lao Cai, Silver Waterfall masih berada dekat dengan area gunung tertinggi di Indochina (Vietnam, Laos, Kamboja) Fansipan. Yang juga masih merupakan bagian dari rantai Himalaya. Dalam bahasa Vietnam air terjun ini disebut sebagai Thac Bac. 

Saya mengunjungi Silver Waterfall kemarin dengan menggunakan sepeda motor yang disewa di hotel. Tarifnya 100.000 Dong atau sekira Rp50 ribu per 12 jam. Rata-rata sepeda motor di Vietnam disewakan dengan hitungan 12 jam, bukan 24 jam. Penyewaan motor di Bali yang dihitung per 24 jam menurut saya lebih terasa fair. 

 

Dari pusat kota Sapa, saya perlu menempuh waktu sekitar 30 menit untuk menemukan air terjun ini. Saat keluar dari kota, suhu udara semakin dingin, mencapai 20 derajat celcius. Hujan pun turun di beberapa titik membuat saya terpaksa mesti berhenti beberapa lama di sebuah kafe sambil menunggu hujan reda.

Setelah hujan reda sampailah saya di pintu masuk Silver Waterfall. Untuk masuk ke area air terjun perlu membeli tiket masuk sebesar 20.000 Dong atau sekira Rp.10 ribu.

Dari loket tiket, perlu mendaki ratusan anak tangga menuju atas bukit. Karena udara semakin dingin para pengunjung kompak memakai pakaian tebal seperti coat, jaket dan kaos tangan. Silver Waterfall terletak di ketinggian 200 meter.  BACA JUGA:

Ada beberapa gardu pandang di sekitar air terjun untuk menikmati keindahan alam Sapa ini. Bisa juga berdiri di tengah jembatan untuk melihat air terjun dari dekat. Air terjun ini dinamakan Silver Waterfall karena para traveler yang mengunjunginya sering merenung dan membayangkan air yang turun ke bawah sebagai perak yang mengalir sampai ke lembah Muong Hoa di bawah. 

Usai menikmati kecantikan Silver Waterfall saya pun beranjak turun untuk melanjutkan perjalanan ke provinsi Lai Chau. di sekitar pintu masuk air terjun ada beberapa kios yang menjual kerajinan tangan oleh suku Black Hmong.

Para penjualnya juga memakai pakaian adat Black Hmong. Melihat para suku minoritas Sapa ini menjadi hiburan tersendiri bagi para turis. Bila Anda ingin mengunjungi Silver Waterfall, jangan mau bila diminta membayar biaya parkir karena sebenarnya parkir motor disini gratis. Silver Waterfall juga bisa dikunjungi dengan naik taksi dari pusat kota Sapa.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini