Share

Mengenal Keindahan Motif Langka Batik Kudus Rancangan Denny Wirawan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 29 194 1785472 mengenal-keindahan-motif-langka-batik-kudus-rancangan-denny-wirawan-ZbINhoJ0mX.jpg Batik Kudus (Foto: Dimas/Okezone)

BANYAK orang yang tidak mengetahui bahwa Kudus ternyata menyimpan potensi fashion yang sangat mumpuni. Meski dikenal sebagai salah satu pusat kuliner di kawasan Jawa Tengah, Kudus juga menjadi produsen batik tradisional yang patut untuk diperhitungkan. Perkembangan batik di kota ini memang belum terlalu masif jika dibandingkan kota-kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Pekalongan, atau bahkan Cirebon yang sudah dikenal sebagai produsen batik terbaik di Indonesia.

Hal inilah yang melatarbelakangi Denny Wirawan untuk mengangkat Batik Kudus sebagai satu dari sekian banyak warisan wastra di pesisir Jawa Tengah, Indonesia. Salah satunya dengan mengadakan event peragaan busana bertajuk ‘Wedari’ di Ballroom Kempinski Hotel Indonesia, Kamis 28 September 2017.

“Jika sebelumnya saya mengusung tema Pasar Malam, untuk event kali ini saya terinspirasi dari batik Kudus itu sendiri yang identik motif flora dan fauna. Dalam Bahasa Sansekerta Wedari atau Wedara adalah taman bunga di istana raja-raja kuno tempat para putri raja bermain dan belajar. Segala keindahan bunga tumbuh di Wedari,” tutur Denny Wirawan, dalam konferensi Pers sebelum peragaan busana dimulai.

Bagi seorang Denny Wirawan, Wedari merupakan refleksi kehidupan yang ia lalui dalam perjalanan selama 20 tahun berkarya di industri fashion. Keindahan dan kesejukan Wedari membuat Denny selalu mengagumi dan mensyukuri nikmat Yang Maha Kuasa. Wedari tidak hanya menjadi sebuah inspirasi sematan, namun juga sebagai altar untuk menghaturkan puji syukur kepada Sang Khalik.

Melalui label Balijava, Batik Kudus yang memiliki ciri khas kehalusan dan kerumitan isen-isen ini tampil menawan dalam busana siap pakai dan busana siap pakai madya. Dalam event tersebut, Denny menampilkan 93 look yang terbagi menjadi 4 sequence. Masing-masing sequence merepresentasikan kekayaan ragam motif langka Batik Kudus dibalut dengan unsur budaya, musik, dan teknologi.

Pada sequence pertama (Sekar Murni), sebanyak 15 set koleksi ready to wear deluxe ini ditampilkan dalam nuansa warna putih yang kekinian, glamour namun bersiluet elegan dalam detail bordir khas Kudus sebaga benang merah koleksi ini. Sequence kedua (Taman Sari) para tamu undangan disuguhkan dengan berbagai tampilan batik bermotif bunga warna-warni seperti motif bunga peonie, lili, teratai, dan masih banyak lagi.

Di sequence ketiga (Ganda Arum), Denny menampilkan koleksi batik ‘sogan’ bernuansa monochrome dalam balutan busana siap pakai. Ganda Arum sendiri merepresentasikan kecantikan wanita Indonesia yang harum dan terpancar dari luar dan dari dalam diri. Sequence terakhir (Ningrat), koleksi batik ‘kelengan’ yang didominasi warna gelap berhasil memukau para tamu undangan dengan motif flora dan fauna seperti merak dan kupu-kupu yang terlihat sangat mewah dan elegan.

Baca Juga: Terungkap! Cincin Berlian Pemberian Cristiano Ronaldo untuk Kekasih Harganya Capai Rp4 Miliar

Baca Juga: Lagi, Tren Membentuk Alis Aneh, Kali Ini Giliran Bentuk Alis Petir!

Baca Juga: Momen Langka! 3 Model Seksi Victoria's Secret Tampil Satu Panggung pada Show Balmain di Paris Fashion Week

Keseluruhan penampilan busana Wedari dipercantik dengan sentuhan koleksi dari dua brand aksesori pershiasan asal Indonesia yaitu, EPAJEWEL dengan gayanya yang edgy dan Tulola Jewelry dengan karakter yang lebih klasik. Tata rias wajah dan rambut oleh Oscar Daniel Profesional Make Up, aransemen musik oleh Yovie Widianto, dan koreografi oleh Ari Tulang pun turut melengkapi keindahan pagelaran busana.

Diakui oleh Denny, persiapan kolaborasi peragaan busana yang ia lakukan bersama Bakti Budaya Djarum Foundation ini memakan waktu yang cukup lama dibandingkan event-event peragaan busana sebelumnya.

“Persiapan dari Oktober 2016. Diawali dengan melakukan research bersama Agam Riadi untuk dapat diolah dan diselipkan unsur-unsur kekinian dalam balutan batik klasik yang elegan,” tukasnya.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini