nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Motif Batik Betawi Simpang Susun Semanggi, Dibuat Langsung oleh Ibu-Ibu Rusun

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 16:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 29 194 1785639 motif-batik-betawi-simpang-susun-semanggi-dibuat-langsung-oleh-ibu-ibu-rusun-c3QBOAYqoZ.jpg Ilustrasi batik (Foto: Okezone)

SETELAH sukses dengan motif batik betawi flora dan fauna endemik Jakarta, kini motif simpang susun Semanggi siap menjadi tren. Siapa saja pengrajin Dibalik cantiknya motif batik ini?

Motif Simpang Susun Semanggi merupakan buah pemikiran dari Ibu Gubernur DKI Jakarta yakni Happy Djarot Saiful Hidayat. Hal ini menjadi ide karena bersamaan dengan diresmikannya Simpang Susun Semanggi pada 17 Agustus 2017 lalu. Kini Simpang Susun Semanggi bukan hanya ikon jalanan Jakarta saja melainkan bisa dinikmati sebagai hasil karya yang tercetak di atas selembar kain.

BACA JUGA:

Meskipun ide dan gagasannya berasal dari Ibu Happy tapi eksekusinya dilakukan oleh orang-orang yang ahli di bidang fashion. "Saya merasa ada peluang dari diresmikannya Simpang Susun Semanggi, sepertinya bisa jadi ikon untuk masa Saya. Hal ini dianggap oleh Chitra Subyakto dengan membuat batik bertema Simpang Susun Semanggi. Kedepannya akan Ada produk selain batik yakni sulaman dan lainnya," ujar Happy Djarot yang juga sebagai Ketua Dekranasda Provinsi DKI Jakarta di kawasan Monas, Jakarta.

Batik Simpang Susun Semanggi ini dibuat dari hasil kerjasama antara Dekranasda DKI Jakarta dengan kaum ibu dari 4 rumah susun (rusun) di Jakarta. Saat ini dipilih 4 rusun yakni rusun Rawa Bebek, Pulo Gebang, Pesakih dan Marunda. Sebelumnya, para ibu ini memang sudah memproduksi batik Betawi hanya saja sekarang motifnya ditambah dengan memasukkan motif simpang susun Semanggi dalam karyanya.

 

"Kami memberi kesempatan kepada pengrajin untuk membuat karya dengan ikon Simpang Susun Semanggi. Kami juga memulai memunculkan bibit-bibit baru sebagai pengrajin. Siapa mereka? Kami fasilitasi ibu-ibu yang tinggal di rusun, mereka ini yang dulunya direlokasi," lanjut Happy.

Motif baru batik Betawi ini bukan hanya jadi satu alternatif pilihan batik Betawi tetapi juga sebagai hasil karya seni yang kedepannya bisa jadi salah satu budaya Kota Jakarta yang mayoritas masyarakatnya adalah pendatang. Sebagai fasilitator, Pemprov DKI Jakarta mendukung perkembangan motif batik baru ini.

 BACA JUGA:

"Semoga ini bisa ditangkap oleh masyarakat, dari teman-teman di pemerintahan memakai ikon ini. Bapak Gubernur sudah pakai. Kita beri support dari pemerintah meskipun bukan materiil, tapi lewat kegiatan pelatihan," pungkas Happy.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini