OKEZONE WEEK-END: Kisah Lezatnya Sate Maranggi, Kuliner Legendaris Khas Purwakarta

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Minggu 01 Oktober 2017 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 29 298 1785660 okezone-week-end-kisah-lezatnya-sate-maranggi-kuliner-legendaris-khas-purwakarta-xzUXpEG6T3.jpg Sate maranggi (Foto: Itjeher)

BAGI masyarakat Jawa Barat, seperti Purwakarta atau Cianjur, mungkin kuliner sate maranggi sudah tak asling lagi di telinga. Ya, salah satu kuliner berbahan dasar daging sapi atau domba ini begitu banyak dijumpai di wilayah tersebut.

Potongan kecil daging sapi atau domba yang ditusuk dan diberi bumbu, kemudian dipanggang di atas bara api menghasilkan bau yang merangsang perut keroncongan. Belum lagi bila dipadukan dengan racikan bumbu rempah-rempah warisan leluhur, serta sambal dadakan yang semuanya bisa memberikan sensasi di lidah.

BACA JUGA:

Lantas, bagaimana asal usul Sate Maranggi? Dirangkum dari berbagai sumber, Sate Maranggi merupakan hasil kreasi para pekerja di sebuah peternakan domba di Kecamatan Plered. Kala itu, para pekerja hanya bisa menikmati makanan berbahan dasar daging domba ini di waktu-waktu tertentu. Itupun, terkadang merupakan daging sisa.

Nah, menurut cerita warga setempat, dari sanalah muncul ide dari para pekerja. Mereka berpikir, bagaimana caranya daging domba sisa tersebut bisa diolah menjadi makanan yang lezat. Dan, akhirnya mereka menemukan resep untuk mengolah daging sisa tersebut.

Daging sisa kemudian dipotong-potong kecil agar bisa digunakan dan dimakan secara berkala tanpa membusuk. Potongan daging direndam dalam racikan rempah-rempah dengan menambah sedikit gula aren. Air rendaman tersebut yang bisa membuat daging awet dan memiliki cita rasa.

Penemuan racikan daging dari para pekerja ternak ini pun terdengan santer di masyarakat. Namun, sejak diciptakan, penganan dari desa tersebut tak memiliki nama yang baku. Warga hanya menyebutnya sebagai sate.

Hingga pada akhirnya, di Kecamatan Plered, terdapat warung sate domba yang tersohor milik Mak Anggi. Seiring waktu, penyebutan Sate Mak Anggi pun berubah menjadi Sate Makanggi dan kini dikenal dengan nama Sate Maranggi.

Kiprah pedagang sate maranggi yang lahir di Kecamatan Plered pun terus menyebar ke berbagai daerah dengan resep yang semakin bervariasi. Bahkan bukan hanya di Purwakarta, sate ini pun mulai banyak variasinya hingga tersebar ke beberapa daerah di kawasan Jawa Barat lainnya, seperti Cianjur, Sukabumi, dan Subang.‎

Di Purwakarta sendiri, hampir setiap daerah atau kecamatan memiliki cita rasa berbeda dari Sate Maranggi. Meski pun bahan dasar berupa daging domba, rempah, serta gula aren selalu menjadi resep utama dalam pebuatan sate tersebut.

 BACA JUGA:

Dalam penyajiannya, keunikan Sate Maranggi terletak pada penyajiannya yang lengkap dengan sambal tomat yang sangat pedas. Bagi yang tidak menyukai rasa pedas, bisa menggantinya dengan sambal kecap atau sambal kacang pada umumnya.

Setiap daerah pun memiliki cara tersendiri dalam penyajiannya. Seperti halnya Sate Maranggi Cibungur yang menggunakan sambal tomat sebagai pelengkap, atau Sate Maranggi Wanayasa yang menggunakan sambel oncom dan ketan bakar sebagai pengganti nasi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini