nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prediksi Ahli Makanan, Makanan Berbahan Ganja Akan Jadi Tren!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 20:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 29 298 1785878 prediksi-ahli-makanan-makanan-berbahan-ganja-akan-jadi-tren-kDJMD8B9nb.jpg Makanan berbahan ganja (Foto: Cbc News)

SEORANG professor dan ahli makanan dari Dalhousie University di Hailfax, memprediksi bahwa marijuana akan menjadi salah satu tren makanan yang akan meramaikan industri kuliner di masa yang akan datang. Olah karena itu, perlu diatur sedemikian rupa untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan.

Namun hingga saat ini, marijuana jenis Bill C-45 belum dimasukkan ke dalam daftar legalisasi produk ganja yang dapat dikonsumsi. Pemerintah Otawa mengatakan akan segera menangani produk tersebut secepat mungkin.

Sementara itu, Sylvain Charlebois rekan penelitian Simon Somogyi, yang juga menjabat sebagai profesor fakultas pertanian dari Dalhouise University mengatakan, telah melakukan sebuah survei kepada penduduk Kanada untuk membuktikan bahwa marijuana juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan makanan dalam kehidupan sehari-hari.

Hasilnya pun cukup mengejutkan. Lebih dari 45% responden mengaku bersedia membeli makanan yang mengandung marijuana atau ganja, tentu saja jika penggunaannya telah dilegalisir.

“Ini bisa menjadi sebuah fenomena gluten-free yang sangat masif, sebab banyak perusahaan di industri makanan yang melihat ganja sebagai tren makanan berikutnya,” tutur Charlebois.

Namun, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi produk ganja, ada beberapa hal penting yang harus diketahui karena berkaitan langsung dengan kesehatan. “Produk ganja yang dapat dimakan tidak mengakibatkan hal yang sama dengan dihirup. Namun dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah,” tutur Dr. Benedict Fischer seorang ilmuwan senior di Pusat Kecanduan dan Kesehatan Mental Toronto.

Hal ini disebabkan karena produk ganja yang dapat dimakan, umumnya mengandung THC atau zat psikoaktif yang dapat memberi konsumen perasaan ‘high’. Zat ini sebetulnya dapat dijumpai dalam berbagai bentuk, seperti makanan yang dipanggang, permen, hingga mentega berbahan ganja.

Bagi orang dewasa, mengonsumsi ganja secara berlebihan justru jarang menimbulkan efek samping yang serius, selain menimbulkan rasa cemas, dan dorongan kuat untuk tidur. Hal tersebut sempat dijelaskan oleh Dr. Patricia Daly, kepala petugas kesehatan medis untuk Vancouver Coastel Health.

Berbeda dengan anak-anak, Daly menjelaskan bahwa anak-anak yang mengonsumsi produk ganja dalam bentuk makanan, konsekuensinya bisa jauh lebih parah. Salah satunya bisa menggangu pernapasan hingga mengalami koma.

Oleh karena itu, dibutuhkan peraturan yang ketat dan investigasi secara rinci sebelum diluncurkan ke pasaran. “Dalam arti lain, ganja harus memiliki identifikasi dosis dan porsi yang jelas,” tukas Ian Culbert, direktur eksekutif Asosiasi Kesehatan Masyarakat Kanada, demikian dilansir dari CBC News, Jumat (29/9/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini