PENTING! Kondisi Darurat, Ini 6 Langkah Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 29 481 1785308 penting-kondisi-darurat-ini-6-langkah-pertolongan-pertama-serangan-jantung-SovtkmiFpn.jpg Ilustrasi (Foto: Youtube)

JANTUNG merupakan organ utama yang sangat penting bagi setiap hidup manusia. Organ yang satu ini memegang peranan yang begitu berarti karena fungsi utamanya yaitu memberikan oksigen untuk seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari karbondioksida.

Oleh karena pentingnya fungsi jantung bagi tubuh setiap manusia, maka sudah sewajarnya untuk dijaga kesehatannya dengan pola hidup yang sehat. Sebab, jika jantung tidak dijaga kesehatannya, maka penyakit seperti jantung koroner akan menjangkit setelah beberapa tahun setelahnya.

“Gaya hidup yang sehat harus dilakukan bahkan sejak masih anak-anak. Makanan apa yang orang tua kasih pada anaknya, menjadi salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner,” ucap Dr. dr. Antonia Anna Lukito, SpJP (K), FIHA FSCAI, FAPSIC, Kepala Departemen Kardiovaskular FK UPH dan Staf Heart Center Siloam Lippo Village di Jakarta, Kamis 28 September 2017.

Lebih lanjut, faktor risiko lainnya yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, antara lain merokok, dyslipidemia, hipertensi, aktivitas fisik, berat badan lebih dan obesitas, diabetes mellitus, diet dan nutrisi, stres dan alkohol, itu semua merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Sementara itu, ada juga faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi, seperti umur, jenis kelamin, dan keturunan atau genetik.

“Sebesar 80 persen dari penyakit kardiovaskular dapat dicegah dengan perubahan pola gaya hidup, selain itu potensi terkena penyakit tersebut akan semakin besar jika ada beberapa faktor risiko yang ada dalam diri seseorang,” ucap Dr. Zamhir Setiawan, Kasubdit Direktorat Penyakit Jantung Kementerian Kesehatan.

Akan tetapi, mengingat penyakit jantung koroner ini tidak memiliki gejala yang khas, maka setiap orang harus mengetahui pertolongan pertama penyakit jantung koroner, agar setidaknya dapat mencegah sesuatu hal yang tidak diinginkan. Berikut caranya yang dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jumat (29/9/2017).

1. Tirah baring, posisi setengah duduk dengan bantal tinggi (tubuh bagian atas lebih tinggi 20-30 derajat) untuk persiapan segera bawa ke Instalasi Gawat Darurat RS terdekat.

2. Hindari penderita dari gerakan mendadak dan aktifitas apapun seperti berbicara banyak, salah satunya mengejan (mengedan).

3. Jika penderita mengeluh nyeri yang hebat, dapat dibantu menguranginya dengan pemberian obat-obatan golongan nitrat, seperti isosorbid dinitrat, cedocard, nitral atau farsorbid. Obat tersebut diberikan di bawah lidah, dapat diberikan beberapa kali hingga penderita mendapat pertolongan di rumah sakit.

4. Beberapa anjuran, saat mengeluh serangan jantung harus batuk-batuk adalah mitos yang harus dihindari. Respon batuk hanya disarankan oleh ahli jantung saat terlihat laju jantung yang sangat melambat di monitor rekaman jantung, hal ini tidak mungkin dilihat pasien yang tidak terpasang alat monitor jantung.

5. Segera menghubungi beberapa nomor hotline rumah sakit terdekat yang menyediakan pelayanan jantung dan pembuluh darah. Rumah sakit yang mempunyai pelayanan KV sangat disarankan sebagai tempat merujuk, namun jika rumah sakit terletak jauh dan memakan waktu perjalanan lebih dari 1 jam, maka datanglah ke fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan perekaman listrik jantung (EKG) untuk memastikan serangan jantung yang diderita dan menilai ada tidaknya serangan jantung STEMI.

6. Serangan jantung STEMI merupakan indikasi mutlak untuk dilakukan reperfusi dengan obat atau kateterisasi. Selain itu, menurut Dr. dr. Antonia Anna Lukito, SpJP (K), FIHA FSCAI, FAPSIC, pertolongan pertama juga dapat dilakukan hal seperti menenangkan pasien, tidak panik, menidurkannya, dan menyuruh pasien mengunyah aspirin, karena aspirin berfungsi sebagai pengencer pembekuan darah yang terjadi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini