nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Hanya Menenangkan Pikiran, Meditasi Bisa Cegah Penyakit Jantung

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 10:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 29 481 1785320 tidak-hanya-menenangkan-pikiran-meditasi-bisa-cegah-penyakit-jantung-wQtqiseK4A.jpg Ilustrasi (Foto: Readersdigest)

BUKAN sesuatu yang baru mengenai meditasi sebagai salah satu cara mencegah penyakit. Banyak fakta yang menjelaskan bahwa dengan bermeditasi, pikiran dan raga manusia akan jauh lebih terkontrol dan akan berdampak baik pada kesehatan tubuh.

Baru-baru ini, ahli mengungkapkan fakta lain mengenai meditasi. Tidak hanya membuat aura manusia menjadi lebih positif atau menghindari stres, meditasi ternyata ampuh dijadikan pencegah penyakit jantung.

Perlu Ada ketahui sebelumnya, meditasi sudah ada sejak 7.000 tahun yang lalu. Keberadaan meditasi dianggap cukup baik demi keberlangsungan hidup manusia. Nah, belum lama ini sebuah tinjauan dari American Heart Association (AHA) mengungkaplan bahwa penyakit jantung bisa dicegah dengan bermeditasi.

Namun, AHA menekankan bahwa meditasi seharusnya tidak menggantikan cara yang dianggap sebagai standar yang cukup tepat untuk mencegah penyakit jantung seperti menjalani gaya hidup sehat dan mengikuti rekomendasi medis.

Dilansir dari Live Science, Jumat (29/9/2017), lebih dari $ 200 miliar atau sekitar Rp 26 triliun dihabiskan untuk pasien penyakit jantung di Amerika Serikat setiap tahunnya. Fakta ini kemudian menjadi landasan kuat untuk kemudian masyarakat mencari cara agar bisa terhindar dari salah satu penyakit yang memastikan itu.

Salah satu pilihan yang cukup potensial adalah meditasi. Menurut National Health Interview Survey yang dilakukan National Institutes of Health, Sekitar 8 persen orang Amerika melaporkan bahwa mereka mempraktikkan beberapa bentuk meditasi. Terkait dengan hal itu, diketahui sebanyak 17 persen pasien penyakit jantung telah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam uji klinis melihat efek meditasi ini.

Untuk lebih memahami bagaimana meditasi dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung, para ahli di AHA meninjau penelitian yang ada. Temuan ini dipublikasikan pada Kamis (28 September 2017) di Journal of American Heart Association.

Para peneliti coba melihat studi tentang berbagai jenis meditasi, termasuk meditasi sadar, meditasi Zen, respons relaksasi, dan meditasi transendental. Secara umum, sebagian besar bentuk meditasi yang peneliti lihat dipraktekkan paling sedikit 20 menit, atau satu atau dua kali sehari.

Para periset menemukan bahwa meditasi dapat dikaitkan dengan penurunan tingkat stres, kecemasan, dan depresi. Kemudian peningkatan kualitas tidur dan kesejahteraan keseluruhan. Stres, kecemasan, depresi, dan tidur yang buruk mungkin terkait dengan risiko penyakit jantung. Meditasi juga dapat membantu orang berhenti merokok, hasil lain dari penelitian.

Selain itu, meditasi juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, walaupun para periset mencatat bahwa tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan berapa banyak tekanan darah yang akan turun pada individu tertentu.

Akhirnya, penelitian tersebut mencatat bahwa walaupun ada beberapa bukti bahwa meditasi dapat mengurangi risiko serangan jantung seseorang, dibutuhkan lebih banyak penelitian sebelum ada kesimpulan yang dapat dibuat.

Kajian tersebut menemukan bahwa secara keseluruhan, meditasi mungkin memiliki "kemungkinan keuntungan" untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Namun, seperti yang diutarakan diutarakan Dr Glenn Levine, seorang profesor kedokteran di Universitas Baylor Kedokteran di Houston, diperlukan lebih banyak penelitian lain sampai akhirnya mendapatkan fakta konkrit bahwa meditasi bisa menjadi pencegah serangan jantung.

Levine melanjutkan, untuk sekarang ini, pola hidup yang sehat dengan tidak merokok, menjaga asupan makanan baik, dan berolahraga secara teratur menjadi cara yang dianggap cukup ampuh mencegah penyakit jantung. Tapi tidak ada salahnya untuk menjajal meditasi, karena menjaga ketenangan diri dan juga keseimbangan tubuh dan pikiran juga berdampak baik bagi kesehatan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini