nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada Hepatitis, Siapa Saja Orang yang Berisiko Tinggi?

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 20:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 29 481 1785866 waspada-hepatitis-siapa-saja-orang-yang-berisiko-tinggi-DMBqwqZ4fI.jpg Ilustrasi (Foto: Womenshealth)

PENDERITA hepatitis di Indonesia mencapai 8,2%. Jika dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia pada 2016, yakni 261,1 juta jiwa, maka penderita hepatitis sekira 21,4 juta.

Jumlah angka tersebut menunjukkan bahwa banyak orang di sekitar kita yang mungkin menderita hepatitis. Namun apa saja sebenarnya penyebab dari penyakit yang menyerang hati ini?

Menurut Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH, salah satu penyebabnya dapat terjadi karena kurangnya kesadaran deteksi dini pada orang-orang yang memiliki risiko tinggi terhadap hepatitis. Lalu siapa saja yang memiliki risiko tinggi tersebut?

“Menganjurkan untuk mereka yang berisiko tinggi, seperti petugas kesehatan yang kontak dengan pasien. Mereka yang pernah menggunakan narkotika suntik, itu harus (periksa). Kemudian mereka yang di keluarganya ada hepatitis. Harus dilakukan skrining, harus diperiksa,” papar Dr. dr. Rino saat ditemui dalam forum diskusi Ngobras di Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2017).

Dr. dr. Rino menjelaskan, hepatitis bukanlah penyakit turunan atau genetika. Namun jika salah satu keluarga Anda menderita hepatitis, bukan tidak mungkin Anda dapat tertular meski proses penularannya tidak mudah.

“Dari ibunya yang lahirkan anak. Hepatitis B bisa begitu satu anak positif, yang lain juga bisa positif. Sehingga harus diperiksa,” jelasnya.

Ia melanjutkan, orang yang disuntik sebelum tahun 1990 juga harus memeriksakan kesehatannya. Karena pada saat itu, skrining untuk transfusi darah belum bagus.

“Mereka yang sedang cuci darah hemodialisis. Kalau ada, mereka tergolong yang berisiko tinggi. Sehingga dianjurkan untuk periksa. Belum tentu (kena hepatitis), tapi untuk berjaga-jaga,” jelasnya.

Jika Anda merupakan salah satu orang yang berisiko tinggi hepatitis, maka segera periksakan untuk mendeteksi penyakit hepatitis. Selain itu, Anda bisa mencegahnya dengan melakukan perubahan gaya hidup.

“Jangan menggunakan alat suntik yang tidak steril. Bisa juga menular melalui hubungan seksual, jadi tidak dianjurkan berganti pasangan,” pungkas Dr. dr. Rino.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini