nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WALK & WOK: Mencicipi Kuliner Khas Sa Pa Vietnam yang Unik, Ketan Bambu hingga Snake Wine

Dada Sathilla, Jurnalis · Sabtu 30 September 2017 11:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 30 298 1786099 walk-wok-mencicipi-kuliner-khas-sa-pa-vietnam-yang-unik-ketan-bambu-hingga-snake-wine-mdLgDKdyMe.jpg Kuliner khas Sa Pa Vietnam (Foto: Dada Sathilla/Okezone)

TRAVELLING ke Sa Pa, kota pegunungan di Vietnam yang berbatasan darat dengan Tiongkok, tak lengkap bila tak mencicipi kuliner khasnya. Udara yang dingin membuat warga setempat sering mengonsumsi makanan yang bisa menghangatkan badan seperti daging bakar, sup, kari hingga minuman beralkohol. Beberapa jenis makanan di Sa Pa unik sedang yang lainnya cukup aneh dan kontroversial.

Landskap Sa Pa yang terletak di ketinggian membuat destinasi wisata utama di Vietnam bagian barat laut ini beriklim subtropis. Wilayahnya yang dikelilingi pegunungan, lembah dan sungai membuatnya memiliki flora dan fauna yang berbeda dari daerah lainnya di Vietnam.

Sebagian hewan dikonsumsi oleh masyarakat setempat, juga agar para turis bisa mencicipi kuliner lokal Sa Pa yang unik. Udara yang selalu dingin membuat banyak makanan dimasak dengan cara dibakar, panggang maupun rebus. Begitu pula minumannya, harus yang menghangatkan badan.

1. Smoked Buffalo

Saat traveling ke Sa Pa beberapa hari lalu saya memilih untuk mencicipi kuliner lokal sekali - kali. Berdasar info yang saya peroleh saya menuju ke sebuah restoran di kota Sa Pa untuk mencicipi Smoked buffalo atau daging kerbau asap.

Menu ini disebut juga sebagai Khang Gai dalam bahasa Vietnam. Daging kerbau merupakan menu yang umum di Sa Pa karena banyak penduduk setempat yang memelihara kerbau.

Daging kerbau yang telah dikeringkan diberi bumbu dan diasapi. Rasanya kenyal seperti dendeng. Smoked buffalo di restoran Le Petit Gecko dijual dengan harga 115.000 Dong atau sekitar 57.500 Rupiah. Menu ini disajikan dengan nasi ketan ala Sa Pa dan salad.

2. Com Lam atau Ketan Bambu

Com Lam merupakan cara penyajian nasi yang sangat unik dan mungkin cuma bisa ditemukan di Sa Pa. ketan bambu disebut sebagai makanan yang populer bagi etnis minoritas Sa Pa. Com lam terbuat dari beras ketan yang direndam selama semalam kemudian dimasak bersama garam dan jahe tumbuk.

Setelah masak ketan akan ditempatkan dalam sebuah tabung bambu sepanjang 30 sentimeter. Air kemudin diisi ke dalam bambu sedang kedua lubang di ujung bambu ditutup dengan daun pisang. Air yang digunakan untuk memasak Com Lam berasal dari mata air di Sa Pa. Terakhir, bambu dipanggang di atas arang.

Saya ikut mencicipi Com Lam karena ia dihidangkan bersama Smoked Buffalo yang saya pesan di restoran Le Petit Gecko. Hangatnya Com Lam membantu menghangatkan badan yang cukup menggigil akibat udara dingin di Sa Pa. Com Lam ini baunya juga harum. Seporsi Com Ram dijual 20.000 Dong atau sekitar 10.000 Rupiah di berbagai restoran dan rumah makan di Sa Pa.

3. Aneka masakan salmon

Saya juga baru tahu kalau salmon ternyata bisa hidup dan diternakkan di kota pegunungan Sa Pa. Rupanya udara dinginlah yang membuat salmon bisa bertahan hidup di Sa Pa. Tak heran bila banyak masakan Sa Pa yang dibuat dari salmon.

Salah satunya salmon hot pot. Salmon dimasak dengan air dan sayuran. Rasanya asam namun sangat enak. Kuahnya berwarna oranye seperti kuah pada Tom Yum. Rasanya yang asam dan segar menjadi favorit para turis, selain itu juga sangat bergizi dan rendah lemak.

Seporsi salmon hot pot dijual dengan harga 500.000 - 600.000 Dong atau sekitar 250.000 - 300.000 Rupiah dan bisa dikonsumsi 3-4 orang. Selain dimasak hot pot, salmon juga sering dimasak sebagai kari, dipanggang, dibuat sashimi, sup dan salad. Meski begitu yang menjadi favorit adalah salmon hot pot.

4. Tao Meo Wine

Minuman ini merupakan minuman populer di Sa Pa dan asli buatan suku Hmong. Tao meo wine berasal dari buah pohon Tao Meo yang hanya tumbuh di barisan gunung Hoang Lien Son di Sa Pa. Buah ini hanya bisa dibeli saat bulan Agustus hingga Oktober.