nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kacang Sihobuk yang Renyah, Pas untuk Oleh-Oleh dari Tapanuli Utara

Liansah Rangkuti, Jurnalis · Sabtu 30 September 2017 12:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 30 298 1786146 kacang-sihobuk-yang-renyah-pas-untuk-oleh-oleh-dari-tapanuli-utara-TB7NojV11f.jpg Kacang Sihobuk (Foto: Ist)

KACANG Sihobuk adalah makanan ringan atau jajanan khas Batak yang berasal dari Desa Sihobuk, Tarutung, Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara.

Sebenarnya Kacang Sihobuk adalah kacang tanah hasil petani Taput, dari tanah pegunungan yang subur. Kemudian menjadi merek dagang untuk jadikan ikon oleh-oleh khas Tapanuli Utara. 

"Kacang sihobuk yang kami jual ini adalah hasil para petani dari daerah sini, jadi penanaman kacang tanah yang khas di tanah subur" Kata Helnius Simurakkir (34), Warga Desa Silakkitang Kec.Sopo Holon Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara Kepada Okezone baru-baru ini.

Cara memasak kacang Sihobuk terbilang agak rumit dan unik serta alami, sehingga menghasilkan rasa yang nikmat. Pertama, kita menyediakan pasir sungai yang sudah di bersihkan dan kuali atau blanga yang terbuat dari besi baja lalu panaskan pasir tersebut di dalam balnga menggunakan api kayu bakar dan setelah panas masukkan kacang tanah (kacang kulit) ke dalam kuali lalu aduk hingga matang.

"Mengaduk pasir dengan kacang di butuhkan tenaga yang ekstar untuk mendapatkan hasil yang sempurna" tutur Helnius Simurakkir

Kacang Sihobuk dihargai bervariasi, biasanya ada dua macam kemasan yang berkemasan kecil di hargai sekira Rp28.000 sedangkan yang besar Rp50.000 per bungkus.

Jadi kalau Anda melalui perjalanan ke Sumatera Utara singgah dan pastikan anda telah membeli dan mencicipi kacang Sihobuk Tapanuli Utara.

Kacang Sihobuk telah menjadi oleh-oleh terkenal, bahkan sampai ke luar negeri. Kacang Sihobuk tersebut (tanpa dikuliti) dimasak di kuali besar yang telah diisi dengan pasir, diaduk atau digongseng supaya kacang masak, dan garing secara merata.

" Terkadang mobil pribadi dan bus singgah dan seluruh penumpang sengaja membeli kacang sihobuk untuk di bawa pulang sebagai oleh-oleh" tutup Helnius

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini