nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Biasakan Pakai Minyak Jelantah, Bahayanya Picu Risiko Stroke hingga Parkinson

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 02 Oktober 2017 10:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 02 481 1786882 jangan-biasakan-pakai-minyak-jelantah-bahayanya-picu-risiko-stroke-hingga-parkinson-ORbKSTzR9B.jpg Minyak jelantah (Foto: Salon)

PENGGUNAAN minyak goreng tak lepas dari kebiasaan banyak orang. Tapi jangan sesekali menggunakan minyak goreng bekas atau lebih dari satu kali untuk menggoreng. Ada bahayanya!

Minyak goreng sangat mengandung lemak jenuh dan memicu kolesterol. Anda hanya disarankan untuk sekali menggoreng makanan supaya tak memicu bahaya berlebihan.

Berdasarkan studi, minyak goreng juga merupakan sumber radikal bebas. Menurut Konsultan Diet Naini Setalvad, radikal bebas yang menempel pada sel sehat dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Radikal bebas ini juga bersifat karsinogenik yang bisa menyebabkan kanker. Selain itu juga dapat memicu aterosklerosis yang dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol jahat, sehingga menghalangi arteri.

Nah, di sisi lain, ada beberapa risiko kesehatan potensial lainnya bila Anda terlalu sering menggunakan minyak jelantah. Peneliti menyebutkan, penggunaan minyak jelantah dapat memicu penyakit alzheimer dan penyakit parkinson.

Itu disebabkan karena senyawa HNE yang merupakan zat beracun yang telah dikaitkan dengan sejumlah penyakit termasuk parkinson, alzheimer, juga stroke, penyakit hati, dan lainnya.

Jenis penyakit tersebut merupakan gangguan kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup. Anda bisa mencegahnya dengan tidak menggunakan minyak jelantah yang berbahaya itu.

Ahli Gizi Priya Kathpal menambahkan, tidak ada jumlah yang pasti berapa kali seseorang dapat menggunakan kembali minyak goreng. Semua tergantung dari proses masak yang identik dengan pemanasan suhu tinggi atau suhu rendah.

Memang disarankan untuk selalu menggunakan minyak goreng baru saat memasak. Jika menggunakan minyak bekas dapat memicu berbagai risiko penyakit yang efeknya negatif.

Namun demikian, Priya memberikan tips atau beberapa petunjuk jika Anda ingin menggunakan minyak goreng bekas supaya tetap aman. Bagaimana saja?

- Pastikan sisa minyak dari memasak atau menggoreng didinginkan dan kemudian ditransfer ke wadah kedap udara melalui saringan atau kain katun tipis. Ini akan menghilangkan partikel makanan apa pun dalam minyak yang dapat merusak kadar minyak lebih cepat.

- Pastikan Anda memeriksa minyak goreng setiap saat sebelum menggunakan kembali. Perhatikan warna dan ketebalannya. Jika warnanya gelap dan menjadi lengket dibanding biasa, saatnya Anda mengganti minyak goreng baru untuk menggoreng ikan, ayam, tempe, tahu, dan makanan lainnya yang ingin digoreng.

- Jangan menggunakan minyak goreng dengan pemanasan suhu tinggi. Titik asapnya dapat berubah menjadi zat karsinogenik berbahaya. Gunakan api kecil saat menggoreng makanan supaya minyak goreng tetap bagus.

- Pilih minyak yang sehat untuk menggoreng, seperti minyak bunga matahari, kedelai, zaitun, kacang tanah, wijen, mustard dan minyak canola. Minyak yang tidak memiliki titik asap tinggi, sehingga tetap sehat digunakan untuk menggoreng.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini